Sabtu, 18 Desember 2021

MENCINTAIMU SAMA SAJA DENGAN MENCINTAI KEKOSONGAN

mencintaimu sama saja dengan mencintai kekosongan
mencintaimu sama saja dengan berteriak
di tengah lembah
hanya suara sendiri menjawab



ENGKAULAH, KAMULAH

engkaulah

kamulah

yang mencuri segenap perhatian

acuh tak acuh ku


gerakmu

caramu bertutur

senyummu

lengkungmu

melahirkan satu kata

"anggun!"


oh aku,

yang diam-diam mengagumi mu

tersinari oleh cahaya dari auramu

nyaris tersesat oleh

keindahan binar mata

dan tawa yang memesona

bibir tipis merah menggoda

selamanya akan terkubur di sini

melagukan lagu-lagu rindu

tanpa sedikit arah menuju


segala cinta

memberi debar dan getar

dalam diriku

si pencuri asli

yang diam-diam memandangimu

mengumpulkan setiap gambar diri 

setiap piksel

dari setiap anggel


yang menyala di sana.


Sabtu, 04 Desember 2021

SEKALI LAGI...

sekali lagi
lakukanlah untukku
dengan desahmu
geliatmu
gelinjangmu
sentuhan sentuhanmu
hasratmu
yang menghangati hati

sekali lagi
lakukan untukku
dalam karamku
legamku
lengasku
lembamku
kegelapan kegelapanku

warnai aku
dengan warna-warnimu
tawamu, marahmu, 
sayangmu yang tulus membius
aroma dari tubuhmu
hangatmu 
lengkungmu
tatapmu
senyummu
kehadiranmu yang nyata
massa dirimu

sekali lagi
lakukan itu padaku

mencintaiku!

              
                                                                                                          
   dari lagu do it to me, leonel rithcie






DUA MANUSIA

dua manusia
dalam gelimang masa
mencari celah pada ruangwaktu
untuk bertemu

apa yang diperoleh
menjawab rindu gebu menggebu
atau hanya sekadar melepas nafsu
untuk bertemu  
berlepas diri dari
beban kerja yang menggari
suami yang mengintimidasi

sejenak

dua manusia
dalam gelimang masa
mencari-cari peluang 
yang kian renggang 
kian jarang

berjaga diri tapi 
dari semua yang menghakimi
menganggap diri benar sendiri

masihkah ada cinta
di balik lapisan-lapisan
lipatan-lipatan
hati dan jiwa 
di antara kerling mata
dan senyum yang lebar menyala?

mengapa sebegininya
diayun dihempaskan rasa?

dipaksa kalah
mengalah
dikalahkan.

dua manusia









Kamis, 25 November 2021

MELANKOLI

lagi
lagu larut ngelangut
di semesta jiwa

aku 
lelaki sentimentil
dalam lingkaran subtil

bersembunyi
dalam bayang-bayang
menatap menyusun harap
dalam relung pengap
istana ketakutan dan keraguan

dibuai mimpi mimpi
dilena irama menuba
tentang cinta yang lara

lagi
lagu larut ngelangut
di semesta jiwa


 

Senin, 15 November 2021

ENTROPI

menjadi rusak
adalah konsekuensi
dari keberadaan.

semua order
akan berubah menjadi keos

keos yang merambat pelan
dalam ketidaktahuan
keasyik-masyukan

menggerogoti
dari dalam.

pada saatnya
seiring waktu mendudu,
dihukum dengan
hukum kedua termodinamika
entropi
entropi

meluruh 
untuk mencari keseimbangan baru
keteraturan baru
meskipun keteraturan baru
adalah akhir bagi yang lalu.

entropi
entropi.





Rabu, 10 November 2021

SEAKAN TERPISAH JUTAAN TAHUN CAHAYA...

seakan terpisah
jutaan tahun cahaya
kau dan aku
tak ada jalan untuk kesana

aku
kekalutan kekalutanku
keraguan keraguanku

membujur kaku

menjenguk dalam kelam
sekeping bintang 
lengang hilang terang
tanpa pijar memancar
karam di makan
gravitasinya sendiri


terpencil dalam luas jagad raya

di segala langkah
di segala daya
di segala tenaga
yang kalah oleh bentang jarak ruangwaktu
aku masih meniupkan
menghela seutas nafas harap
mengipas-ipas asa dalam lingkaran kerap

yang makin menggelap



CINTA

mestinya aku tak terperangkap di sini

mestinya aku sudah sadar dari semua ini.

dengan segala pengetahuan yang ku punya.


ah cinta

sekadar alat, perlengkapan 

untuk menyebarkan energi Sang Asali

hanya sekadar perangkat

penyebar dna

supaya berbiak berketurunan

memenuhi  sepenuh bumi


ah cinta.

manisnya hasrat dan goda

tak sepadan dengan sakit nyerinya

meninggalkan liang luka menganga.


ah cinta,


tambah lama tambah tanya yang menggelora:

adakah cinta membawa bahagia?

atau sekedar perintang waktu

menjelang perpisahan

yang pasti datang?


ah!

APA YANG BERKISAR DI ANTARA KITA?

apa yang berkisar
diantara kita?

atau sekadar di hatiku saja
resah meng-ada-ada?

ada desir di sini
entah di sana

selayang saja
tatap bertemu
sapa basa-basi
lalu saling membuang pandang
menjatuhkan tatapan ke bumi
atas nama sopan dan santun

entah.

nyali bergeming,
jantung berpacu dalam hening.
mulut terpenjara bisu
niat terkurung kelu.

dan sekali lagi,
atas nama sopan dan santun,
mata dipaksa berlari
menafikan keindahan
seraut wajah

apa yang berkisar
diantara kita?

entah di sana
di sini hati menyulam sepi


Kamis, 04 November 2021

JATUH CINTA LAGI PATAH HATI LAGI

 

jatuh cinta lagi

patah hati lagi


siklus

tak pernah putus

lingkaran setan berputaran

pada pusaran kutukan

 

tak pernah usai 

selesai


jatuh cinta lagi

patah hati lagi


berputar-putar

melingkar-lingkar


membelit mengikat menjerat


jangan kau kira

aku lelaki yang mudah mabuk

pada tiap edisi baru

tatapan dan senyuman.

walau terkadang ada yang merasuk

tenggelam terlampau dalam.


jangan kau kira aku

laksana kumbang yang terbang

mengitari kembang-kembang

menghisap sari madu dari satu

lalu ke bunga lain terbang menuju


jangan kau kira

aku pematah ribuan hati

peremuk jutaan mimpi


di sini

aku yang papa terluka

mengharap cinta 

yang tak pernah berujung nyata


menjalani alur tanpa henti

jatuh cinta, patah hati!

...................

(aku hanya ingin cinta yang berbalas

aku hanya ingin cinta yang meneduhkan

tempat istirahat

dari keresahan keresahan

aku hanya ingin cinta

yang menjawab "ya"

ketika kuwartakan

ketika kutanyakan)


aku hanya ingin cinta



 


Rabu, 27 Oktober 2021

KAU DI MANA?

dalam kegelapan benakku
karam dalam kekalutan dan ketidaktahuan
tanya membahana
kau di mana?

ku cari kau bernanah resah
ku cari kau berkuah gundah
tak sedikit jua sosokmu tampak
menggeretak menghentak

kau di mana
mengapa menghilang
mengapa pergi?
 
tak sadarkah kau
betapa besarnya peranmu
mendinginkan hati
yang kini kian tak terkendali?

atau ini cara
atau pesan 
atau petunjuk
atau manual
atau apalah
yang menyuruhku berhenti
mengubur segala rasa
menanam harapan
yang tertuju
terus tertuju 
kepadamu
hanya kepadamu
?
atau sudah tibakah waktunya untuk berhenti, bahkan sekedar sedikit melihat wajahmu, tatapmu, senyummu? 

aku hanya ingin sedikit percik 
bara api, bunga api
yang menyalakan kegelapan
sekilas saja
menerangkan
menerangi
pelataran
muka bumi hati
yang sepi
...



Rabu, 20 Oktober 2021

SUDAHLAH

sudahlah 
kembali kata itu terucap
berusaha menenangkan badaibadai
berusaha memadamkan api nyalamenyala
berusaha meredam eram
nafsu yang menggeram

sudahlah
cukup sampai di sini
cinta menutup pintu
jendela tetap ingkar
diri terkurung di luar

sudahlah
kata itu membasah di lidah
jatuh tercurah
menyiram amarah

aku memang lemah
produk gagal evolusi
 
tak mampu menjalankan tugas mulia
bereproduksi
mengkopi jenis diri
menjadi alat-alat 
oknum-oknum
agen-agen
penyebar energi

tak mampu unjuk diri
menjadi yang terbaik
diantara kawankawanannya
tak cukup mampu 
memperlihatkan pesona diri.
sulit untuk dicintai
dikasihi...

aku lemah
sekedar anomali
lekat berbalur mimpi
yang tak pernah mampu terealisasi
terpuruk terkurung, teralienasi!

sudahlah.
kata lelah menyerah.

Selasa, 19 Oktober 2021

UNTUK KU (Bukannya cinta harusnya...)

bukannya cinta harusnya menyenangkan?
bukannya cinta harusnya membahagiakan?
meneduhkan, mendamaikan
menenangkan?
karena, bila cinta kehilangan itu semua 
dia bukan lagi cinta
hanya sekadar nafsu, obsesi, keinginan memiliki.

tidakkah kau ingat?
bagaimana hati pertama berdesir
jantung yang lebih keras memacu
ketika memandangnya?

tidakkah kau ingat
bagaimana pertama menyadari
pesona-nya bagai purnama
di tengah langit malam  tak berawan 
dikelilingi bintang-bintang berkedip menawan?

tidakkah kau ingat rasa itu?
hangat menentramkan hati
tentram dalam khayal
membayangkan tatapan dan senyuman?

bahagia itu sederhana
sekadar sedikit menatap 
sedikit mengharap

lalu mengapa sekarang kau tukar segalanya dengan sebuah keinginan  memiliki utuh sepenuh-penuh?

bukankah cinta harusnya membebaskan
memberikan sayap untuk terbang menentang rintang?

bukankah cinta harusnya berujung bahagia
menjadi sebuah pelabuhan tempat bersandar kapal-kapal dari terpa badai samudra?

tapi, mengapa cinta jadi penjara, 
tanpa dinding tanpa pintu tanpa belenggu namun jua maha kuasa menahan 
segala rasa yang terus menerus haus mendamba?

mengapa cinta terus meminta
mengharap pada gelap yang kerap
mengubur dengan dera dan seksa?

aduhai aku
yang terus mengagungkan cinta
biarpun perihnya menguras air mata!





Rabu, 13 Oktober 2021

AIR MATA

 air matamu

jadi manik-manik

di pelataran jiwa ku

yang lengang


ada cerita 

yang tak terucap di sana


angan

angin

labur luruh

bersama isakmu

perlahan

nyata

jadi bisa

di hati ku yang hampa


sudahilah air mata

juga deru kata-kata


aku lelakimu

yang bersiap mengusap pesat

segala sedu sedan sedihmu!

SAYUP SEPI JANJI

 jadi sayup sepi di sini

"apa?! segala sepi?!"

tak ada yang menemani


waktu membilur biru

malam dan anginnya yang dingin menempeleng

berkerendap kilat di kejauhan

menggumam, guntur menggeram

hanya itu

tapi jiwa gemetar!!!


jadi sayup di sini

bergelimang sepi


"apa?! segala janji?!"


hati mati menunggu janji. 

MALAM GERAH

 "aku begitu kosong kini..."


di malam yang gerah

dan bulan yang memancar resah

adinda terbayang

di tiap sudut hasrat jiwa

yang terjebak, terkapar dan sepi


cintaku hanya pelabuhan gelap

tak berlampu

sepi dari suka dan teriakan kelasi 

yang menjejak langkah


aku terkurung bisu

dari hati yang mengucapkan selamat datang


di angin mati dan laut diam

aku berbisik lirih....

TIADA LAGI

 tiada lagi.

senja muram

sisa-sisa hujan

basah dan sayup


tiada lagi.

angin meniup tajam

murung memeluk

hati berkelana di lorong gelap


tiada lagi.

langkah menapak

melewati sudut-sudut gelap

                                    dan becek


kesedihan mengapung


tiada lagi.

senja ini membunuhku

perlahan



BINTANG KECIL

 bintang kecil

genit di langit

mengerdipkan manjanya

kepadaku yang membuka jendela


adakah harap 

yang dikerlipkan sinarnya?

apakah cinta

yang di ajuk sejuknya?


bintang kecil

senyam senyum sendiri


di sini

di bumi manusiaku

aku memandangnya dengan gemas.

JANGAN RANTAI-RANTAI ITU...

 jangan rantai-rantai itu kau kalungkan ke leherku. sayangku, tiada guna tubuh indah terdedahmu kau biarkan, melancarkan diri mencari pelukan hangat.

bukan, bukan kurang indah, tapi pelayar hidup ini ingin pijak dunia, melayari tiap ujung laut, mencecapi tiap rasa gelombang, mencari makna dan nada.

jangan, jangan kau kalungkan kecup, peluk cucup. 

aku kan kembali -mungkin?-

sebelum senja tenggelam

dan malam jadi semakin malam


                                                                                                                           24 maret 2001


TERTATIH

tertatih langkah menapak

di tanah kering meretak


tanya mengoyak benak

mengapa, ada apa?


langkah lirih terhenti

wajah menyimpan cerita

galur-galur cemas terbaca 


di dada

ya, di dada 

menyeruak segenap rasa

menggelegak segala rupa


aku ingin jadi lelaki yang mampu membalut semua luka

aku ingin jadi lelaki yang mampu memanggul beban dunia

aku ingin jadi lelaki yang mampu membasuh semua air mata

aku ingin jadi lelaki yang ada 

meng-ada disetiap massa luka menganga


meng-ada selalu di sampingmu


aku ingin jadi lelaki...


tertatih langkah menapak

di tanah kering meretak...




Kamis, 07 Oktober 2021

AKU HANYA ADA

aku hanya ada

sekadar ada


sebatang tubuh yang lengang

menatap lancang

dari balik jendela 


aku hanya ada

sekadar ada


sebatang tubuh bernafas

di kamar sempit menjejas


hujan mecerat

dingin menjerat


aku hanya ada

di dunia menggila

dengan segala luka nganga

 nyata terpeta


sekedar menjalani 

putaran

ikalan

jeratan

kutukan

Rabu, 06 Oktober 2021

KOSONG!

jika teramat perih menjalaninya
sudahlah!

penyair merangkai kata-kata
dari puncak istananya

membangunnya tegak dalam mimpi
yang tak lampias

kosong!

mengetuk menggema suara
dari peradaban yang sakit

angkuh!

duduk di singgasana
gemerlap tapi senyap

buyar semua buyar
penyair kehabisan tinta dan kertas!

                                         9  november 2000

SERIBU BINTANG

tunailah sudah janji hati
permainan kata oleh cinta
aku merangkai puisi
dari tiap gerak jiwa

tinggal taman tua
dan tatapmu yang tajam menikam
di sini
di sempitnya nafsuku

aku hanya satu bintang
diantara seribu yang bersinar terang
menanti tangan halusmu memetik
menjadikan yang terbaik
sebagai pelita malammu

aku hanya satu bintang
diantara seribu
yang kian meredup
dan perlahan pudar.

Sabtu, 02 Oktober 2021

INI HANYA LANGKAH...

ini hanya langkah membelah jengah.

malam menindih
dilawan terang lampu jalanan
terang nyalang membosankan
kendaraan lalulalang. Juga orang.

Sepi tapi.

Entah di sini. Entah di hati.
Menyusur jalanan. Memandang manusiamanusia
Memasang topeng kaku diwajah yang tergerus luka.
ada juga memasang tawa
Tapi entah apa di dalam jiwa

Belum habis.
Langkah menyelisih
Bayangbayang memanjang
Lelampuan kuningterang
Bagai pemandangan ketika demam.

Sendiri dengan diri.

Ada pintu terbuka, banyak pintu menutup
Tapi tak hendak tangan mengetuk
Dan tak ada yang mengundang masuk

Langkah  melengah
Menapak trotoar jalanan
Menguarkan aroma parit
lembab panaskatulistiwa

Mata mencaricari
Namun kadang tertunduk sepi
Gelak manis tutur bergula
Bibirbibir merah bagai membara
Di ujung rukoruko meremang miang

"Wahai lelaki, singgahlah dimari
Hangati kami yang terkubur sunyi"

Suara janggal
Nafsu terlalu usang untuk dipeluk, diolah dan dipermainkan.

Ini cuma sepi 
Dalam alienasi

Cinta, mampukah kau membuka pintu?

hingga terbebaslah
Dari penjara tanpa jeruji
                                   tanpa kunci
Dari belenggu tanpa pintu
                                   tanpa waktu


    






Senin, 27 September 2021

MENCINTAI TANPA MEMILIKI


dalam gemerlap mimpi-mimpi
dalam harap yang mengerap
dalam khayal yang meminta...

jatuh dalam lengkung
ruangwaktu
terseret dalam
lubang hitam
kehampaan menekan
memburam

aku bisa mencintai tanpa memiliki

bisa!

tapi bagaimanapun jua
di ruang jiwa
tetap ada setitik asa
tentang sedikit cahaya
yang kau bawa
bersama sinar mata

aku ingin bisa mencinta tanpa memiliki
lepas dari semua mau dan ingin
dari ekspetasi yang carut marut menuntut

namun aku juga manusia
tetap manusia
yang dalam suasana hampa
tetap mengharap nirmala
nirwana

aku ingin bisa mencintai tanpa memiliki
aku ingin tulus memelihara rasa ini
sampai jatuh terhenyak
digilas alur waktu
rebah terkoyak
kenyataan yang menghantu

cinta yang diam
menghidupi diri 
hanya dengan tatapan dan senyuman
 tak lebih dari itu

Minggu, 26 September 2021

DIBAKAR CEMBURU

 hati yang dibakar cemburu

merah membara

bahangnya terasa 

hingga ke dada


hati yang dibakar cemburu

menyala-nyala 

di segenap ruang jiwa

membakar akal sehat

meruntuhkan bangunan logika 


kemarahan yang kalah

kenyataan yang mendedah!


hari yang dibakar cemburu

legam berjelaga

meninggalkan abu dan jerebu

kerangka hitam yang suram


hati yang dibakar cemburu.


sampai tiba di satu titik

terhenti di situ

tergugu

kesadaran mengganggu

.......................................

TIADA HAK UNTUK CEMBURU!

SELINGKUH

 

ranjang jadi lengang

kita bersedekap

nafsu jadi sayu -dan lapuk-

yang tinggal hanya nafas

punyamu, punyaku

 

sayang,

tak cukupkah persetubuhan ini

jadi bukti cintaku

 

atau ini

cuma jadi selang waktu

menunggu

suamimu, istriku

pulang dari kantor

dan meminta jatah?

 

kau menjawab

dengan bisik tak terdengar......

 

 

03 februari 2005 

SIAPA?

                perempuan itu merangkup ‘anu’ ku.

ia membelitku

dengan jalinan ketat menjerat

memeras dan meremas dengan ‘itu’ nya

hingga cairanku habis

kemudaanku tumpas

 

ia mengerang puas

saat menuju satu

meninggalkan aku berkeringat

terkangkang di ranjang

 

entah siapa

yang jelas

perananku habis kandas

aku tinggal nama

 

 

12 november 2003

PEMBAKARAN SITA

 

duhai laki-laki

patriaki!

 

mengapa kau nyalakan api?

 

telah kujaga janjiku

kesucianku

 

telah kujaga tubuhku

dari bibir-bibir

jangankan tangan-tangan

 

lalu mengapa

kau giring aku kedalam api?

 

duhai laki-laki

patriaki!

 

kalau kau boleh bakar aku

aku juga boleh bakar kamu

 

tahu apa aku

kalau kau juga menjaga zakarmu

atau malah bermain cinta

dengan kera-kera sugriwa?

 

duhai laki-laki

patriaki!

 

kalau ku mati

*kau mati iseng sendiri!

 

 

*dari Cintaku Jauh di Pulau, Chairil Anwar

 

juli 2007

DEMONSTRAN

         jalanan panas menggeliat

matahari diatas kepala

membakar mendidihkan kutu-kutu

di rambut gondrong bau bantal pesing

 

urat darah hampir putus

tiap orasi disambut teriak

tiap slogan disambut gelak

keringat jadi kuah

tubuh penuh bekas nanah

 

lalu tiba orang berseragam

menembakkan peluru karet dan gas air mata

menghambur berlarian

tungkai rasa putus, nafas rasa pupus

 

sore tiba dengan lunglai

bersorak bertabik diatas bis kota

berteriak, sempat pula sedikit memaki

 

hingga tiba di kos-an tercinta

dan teman-teman bertanya bangga....

 

“apa lagi yang kau dapat...?!”

 

 

01 februari 2001

FROM HERO TO ZERO

ada yang jatuh

terkapar tumpang tindih

 

padang itu sepi

 

asap hitam bergumpal dilangit

mengepulkan kepedihan

dalam gelap

 

lalu, dimana matahari?

ia pecah di ufuk barat

jadi serak-serak cahaya

tak lagi sempurna

 

kegelapan menekan!

 

luka pecah

bisa pecah

 

tanah?

tanah basah oleh darah!!

 

ada lagi yang jatuh

 

 

november 2004


Kamis, 23 September 2021

RAHWANA GUGAT

engkaulah sita
yang ku culik dari rama
suamimu yang (katanya)  bijak gagah perkasa

engkaulah sita
wanita setia yang tak terdera
                                       tergoda 
dengan segala harta, tahta dan bunga
yang tak pernah jemu ku bawa

engkaulah sita
di mana di hatimu cintaku berlabuh
di mana di jiwamu harap ku sandarkan

namun kau tetap jauh
bahkan  ketika dalam  satu ruangwaktu 
taman asoka yang memesona
kau ada tapi tak ada

apa perlu ku perkosa saja
melanggar segala norma
memeluk cucup meruda paksa
menindih massa  seluruh raga?

setiap langkah hendak ku arahkan
setiap niat hendak ku wujudkan
setiap gerak hendak ku lakukan
seketika itu pula cinta bicara
mencegah langkah
mengurung niat
mencegat gerak

cinta lebih dari apapun!
(dia bahkan lebih garang dari penjaga manapun)

sita, andai  saja kau tahu
akulah  sebenarnya yang terpenjara!  


engkaulah sita 
akulah rahwana...










Selasa, 21 September 2021

RUANG LIMINAL

ada ruang mengganjal.

terang mulai hilang
tapi malam belum datang

bohlam kuning nyalang
belum terpasang
sementara bayang-bayang                
merayap membentang

ini rasa tidak nyaman
ada yang kurang ada yang hilang

dalam alur waktu

terhenti dipertengahan
sebuah ruang liminal

antara senja dan malam
antara masuk dan keluar
antara belum dan sudah
antara datang dan pergi
antara tadi dan nanti
antara hidup dan mati

ruangwaktu mengganjal janggal
memisahkan dua peristiwa
memisahkan dua masa

sebuah persinggahan sementara
tempat menanti sebilah jawaban
















Senin, 20 September 2021

NANTI

nanti, pada saatnya
aku akan memanen luka
menuai air mata

sekarang aku hanya
menimbun-nimbun suka 
mengumpul-ngumpulkan rasa
mengajuk-ajuk cinta
membujuk-bujuk Yang Kuasa
membangun-bangun asa

nanti. 

Pada saatnya
semua harus dibayar tuntas.

dibayar dengan nyeri 
dibayar dengan perih hati
dibayar dengan jeri
dibayar dengan sepi
dibayar dengan mati

nanti.






Rabu, 15 September 2021

KETIKA, DI SUATU MASA...

ketika di suatu masa kau menyambut uluran jemari, ketika itu pula langit menurunkan hujan bungabunga, hujan warnawarna. sinar mentari melembut, alam seolah bergerak melambat dalam detak detik syahdu berlalu.

ketika di suatu masa kau palingkan wajahmu, hatimu ke arahku, bergetarlah sekujur tubuh, berdebarlah jantung hingga ke urat darah terhalus. tersengatlah aku dalam aliran rasa yang mengarus menggelombang, mengalun-hanyutkan aku ke nuansa penuh warna. mendesakkan aku ke alam penuh bahagia.

pintu itu semoga terbuka jua, menyambutku pejalan tua leta yang papa, dari perjalanan yang renta dan fana. 

duhai purnama, penghias jiwa

ketika di suatu masa kau menyambut uluran tangan ku...



...di sebuah masa yang tak pernah akan tiba

atau mungkin

di semesta lain lagi
waktu lain lagi
yang tak kan pernah ku kenali
jauh tersembunyi
dari tempatku berdiri
di sini.

(aku masih lelap berbungkus harap...)




Rabu, 08 September 2021

BERPROGRES

menguat
memrogres
memroses

mengakar ke tanah
menjulang ke langit

menghisap pati bumi
menyerap caya surya

hingga tiba masa
tegak mengangkasa

memberi



  








Sabtu, 28 Agustus 2021

JIKALAU

jikalau ada kesempatan mewujud kembali...
mungkinkah tercipta semesta baru
tempat kita berdua bersatu?

jikalau ku iyakan saja lamaranmu kala itu
seperti apa semesta ini?
apakah jadi seperti sekarang yang kutinggali
ataukah jadi sesuatu yang baru?

yang jelas kita akan berdua melayari hidup
dengan segala dera dan coba suka dan duka
  
apa kita bahagia?

jikalau kuikuti kata hati
seperti apa yang terjadi?

apakah keputusan ku
apakah pilihan ku
melahirkan calon-calon semesta
yang mewujud berdasar pilihanku?
atau bisakah ku reset pilihanku
ku undo keputusanku
lalu mencari alternatif terbaik
dari multi semesta yang membelah di langkahku?

jikalau aku tak perlu berpikir tentang ini...


Rabu, 25 Agustus 2021

RUMAH JADI SEPI

rumah jadi sepi
tak ada lagi yang menghiasi
dengan derai tawa dan nganga luka

semua pada pergi
mengemasi hati
dan mimpi

menuju perjalanan baru
episode baru

rumah jadi sepi

tinggal kembali berdua
seperti pertama
saat membangun asa 
dan cita 

kau yang kian menua
aku yang kian menua

terlunta di jalur masa

rumah jadi sepi.

Kamis, 19 Agustus 2021

EKSTASI

terasa kesunyian tiba
pekat 
nyata

badai baru berlalu
terkapar menelentang.
di sebelah, 
buku terdedah
meninggalkan pikiran-pikiran menggila
di kepala

logika tumpah
hampir habis
tapi tak pernah habis
terisi pemahaman baru 
pemandangan baru

sedikit celah 
malah memperlihatkan
semesta lain
yang lebih pekat
lebih gelap

tengah malam makin sunyi
dan misteri
tetap jadi misteri...

SORE HUJAN HINGGA MALAM

sore hujan hingga malam

menggigil tiap insan

dalam kuyup mencari teduh

di emper-emper ruko yang hendak tutup


langit hitam

hati muram.


cukuplah kutuk dalam hati

ganti berganti dengan gerutu

ada yang mencari hangat dengan cerita

rekan disebelah yang entah siapa

tetiba jadi sahabat sepanjang masa.


tangan melipat di dada

mencari hangat pada tubuh ringkih


hujan masih keras menderas

menghantui atap dan jalanan


angan menyatukan detik

jadi menit dalam lamunan

penantian semakin panjang

dan dalam...


sore hujan hingga malam...



DI BALIK PUNGGUNGNYA TERLIHAT SAYAP

 di balik punggungnya terlihat sayap.

 gadis kecil lusuh berdarah.

sayap yang melebar terbuka 

siap terbang mengangkasa


tanah itu datar saja

seolah sebelumnya tak pernah ada

yang tegak di sana


menengadah.


garis batas pantai, laut, daratan, punah


dan dia berjalan,

gadis kecil tak bernama

berkalung luka

sedikit goyah menapak

sayapnya mengepak-epak

siap meninggallandaskan

impian dan hidup

yang sempit menjepit


lalu hilang.

hilang!


orang-orang lalu lalang

dengan urusan dan duka masing-masing

tak melihat sedikit

gadis kecil bersayap angsa

lusuh tak bernama

membumbung mengangkasa


di langit

ya, di langit

dia berhenti sebentar

menatap kebawah

kearah reruntuhan dan gumpalan lumpur hitam

yang dulunya kota

ke arah orang lalu lalang dengan urusan dan duka masing masing

bergumam dengan kata tak tereja

lalu melesat

menerobos angkasa bercahaya

tak kembali...

                                                                                   (luka aceh adalah luka kita...)

                                                                                                             Januari 2005

AZAZIL

 dia yang dicampakkan ke bumi 

bersama adam dan hawa


dia suara sumbang

di tengah lagu bernada sama


dia yang membelah diri

mengutus faksinya ke penjuru mata angin


dia yang terkutuk dan dikutuk

yang ditangguhkan kematiannya


dia dengan dendam 

dan nafsu berkarat


dia yang sendiri 

dalam keabadiannya

menanti hukuman 

atas sebuah kesombongan

sembari mencari

pengikut sebanyak-banyaknya


dialah perlawanan

terhadap monarkhi

monarkhi absolut lagi!


dia adalah kekalahan

dari sebuah kemenangan


kemenangan menyatakan isi hati

kemenangan kekalahan!

DATANGLAH DATANG

datanglah datang

dan lihatlah bagaimana aku di sini menanti

menggelegak dalam rindu

mabuk dalam pesona

dirimu


aku jatuh ke dalammu

ke dalam lubuk jiwa

dan tatapan mata


matahari yang nyalang

tak cukup terangkah menelanjangi hasratku, niatku?


aku, terjangkit cinta!


denyut jantung, desiran darah

belum utuh menjadi hidup tanpamu!


perlahan ku kenakan rasa

kusiapkan hati dan jiwa

untuk membuka pintu


menyambutmu.



PAGI KEDUA

di luar hujan

kilat menggerayangi langit

suaranya begitu jauh

pagi yang dingin

ditingkahi ritmis gerimis

memerdu di hati kita


pagi larut berbungkus kabut

kita masih di ranjang. berpelukan.

bulan madu belum usai.


kau begitu hangat dalam dekap ku

membawa harapan di antara dingin dan hujan


ini pagi kedua kita dik.

aku belum jemu-jemunya menatap wajahmu yang bermanja              

menikmati sentuhan dan dekapan 

bertukar kehangatan


kau yang menganggap tubuh kurus lemahku ini 

sekokoh benteng yang perkasa

tempat berlindung dan sempurna,

membarakan segenap harga diri,

menyalakan kelaki-lakianku 

untuk menjadi

dan menghadirkan

versi terbaik dariku

hanya untukmu, 

untukmu!


aku belum jemu-jemunya              

mengecap cinta yang kita manifestasikan 

dalam sebuah ikatan suci bernama pernikahan

yang semoga langgeng dan kekal 

hingga ke ujung waktu kita, 

melahirkan keturunan-keturunan 

yang mewarnai wajah dunia 

dengan kebaikan-kebaikan dan keindahan-keindahan.


aku belum jemu-jemunya

dan tak akan jemu-jemunya


semoga.


diluar hujan mulai berhenti

matahari menyinar malu-malu

mengajak kita keluar kamar

memulai hari ini...



BAHKAN HARUMMU MASIH KU CIUM

 bahkan harummu masih ku cium


aku belum berhenti memikirkanmu,

kekasih sahabatku

aku masih belum berhenti!


ini seperti air keras

yang harus ku teguk

seteguk demi seteguk

membakar mengoyakkan

seinci demi seinci 

tenggorokan

sampai ke lambung

hingga kematian yang menghentikan!


ini  tapi seperti madu

yang ku cecap

sececap demi sececap

manisnya tertinggal di lidah

hingga sekujur sanubari


kau, kekasih sahabatku

tempat berlabuhnya rasa

yang tak pernah usai


cinta yang salah menempatkan diri,

menemukan alamat yang keliru!


dalam jiwaku, hasratku

lelahku, lemahku


kau, kekasih sahabatku

masih kurasakan hangatmu 

di ujung-ujung jariku

dalam gelinjang hasratku hasratmu

tempat sejenak kita berlupa

siapa kamu, siapa aku, siapa kita, siapa dia!


bahkan harummu masih ku cium

di tengah-tengah kesunyianku

di tengah-tengah sesal yang menuba jiwa!




BITTER AFTER

 Aku rasa begini:

pahit tiba setelah kutelan

sepotong demi sepotong

sekunyah demi sekunyah

seiris demi seiris


hidup punya macam-macam rasa, ku rasa

beda bagi sesiapa yang mengecapnya


ini bukan kesimpulan

baru hipotesis yang desis mendesis


pelangi punya tafsir sendiri.

begitu juga mendung yang gumpal menggumpal.

hujan, titik-titik air bagi kering yang jering 

atau genang-genangan comberan

yang main-main ke dalam rumah?


mungkin pahit

mungkin manis 

telan saja dulu


apa yang pahit belum tentu jadi pahit

apa yang manis belum tentu jadi manis.


begitulah.


catat! ini bukan kesimpulan

hanya hiburan bagi hati yang rawan.


DOSA ASAL

 pada mulanya adalah dosa...

menjelma nafas, menjelma nafsu

ular mendesis-desis

berbisik-bisik


dosa pertama

beranakkan dosa-dosa lain

dalam tatapan, sentuhan, belaian


tubuh terdedah


menggoreng pikiran-pikiran 

fantasi-fantasi

fetish nyalamenyala


pada akhirnya adalah dosa

terlahir, tercipta

menjadi lubang jurang

menenggelamkan

pikiran-pikiran

akal sehat

norma tata krama


ular mendesis-desis

ganti tertawa-tawa


pada akhirnya adalah dosa

yang menggucang-guncang sesal!

DEMAM DI TENGAH PANDEMI

 terjaga tiba-tiba

dari tidur tak sempurna

indra berkabut

kalut


malam dingin  ngelangut


pikiran-pikiran

berbiak di kepala

ditambah demam yang memanggang garang

kepala rasa meretak

vertigo!


di luar sunyi

tanpa bunyi

nyaris mati


bahkan nafas!


tetap gelap

tak tahu 

apa 


pagi belum tiba

belum...

                                                                                                Agustus 2007/Agustus 2021

BARBIE

hasrat hitam legamku

pada tubuhmu

dan celah diantara buah dada

pecah, punah dan binasa!


aku tua

sementara tubuhmu indah terdedah

bukan tak hendak menjamah

tapi cinta

jadi palung paling ngeri di sini


tak bisa kukatakan

apakah pasrahmu yang menjengah

atau lekukmu yang membuatku resah?


semua sama saja

karena cinta membisukan nafsu

bila memandangmu!

AKU DAN TEMANKU

                Aku bertemu teman lamaku pada suatu siang yang garang.  kami bertukar kabar dan cakap. anaknya satu sekarang, laki-laki! dia bekerja serabutan sebagai guru bantu dan memberi les privat bahasa inggris. dia bercerita, dengan mata menerawang namun bahagia,  tentang istri dan anaknya di kampung yang senantiasa menunggu dan mengganggu dengan telepon-telepon dan SMS rindu. dia juga sempat mengeluhkan harga-harga yang melambung, bagai ombak di malam berbadai yang seakan hendak membalikkan perahu rumah tangga yang kecil dan rapuh. dia tampak kurus, layu namun makin tenang, matang. 

             lalu dia bertanya "apa kabarmu?" aku tertunduk gagu. perlukah kukatakan bahwa tahun-tahun ini aku hanya sibuk membangun puisi serta mengejar mimpi-mimpi tentang masa depan gilang gemilang sembari hanya menelentang? 

            aku membisu. lalu percakapan kami habis sampai disitu.


                                                                                                                               4 Juli 2007

UNTUK KAMU (Jangan berhenti...)

 Maafkan aku yang menikmati

setiap kedekatan kita


harum parfummu

halus rambutmu

hangat kulitmu

massa tubuhmu


aku berusaha

menghentikan cinta

yang memang tak bakal kau indahkan


(sementara dia masih di sana...)


jangan takut manis

aku janji!


cuma, jangan salahkan 

hati kecilku yang terus berbisik


"jangan berhenti..."

Selasa, 18 Mei 2021

KETIKA DIAM ADALAH DOSA

ketika diam adalah dosa
dan bungkam membawa bala

di luar sana
orangorang pada mencari
kata-kata yang paling kuat memukul 
menempeleng
menghinakan
melecehkan

semakin lama semakin tak terperi

jendela sarat
dengan postingan
gambar-gambar berkata-kata
belum segala cuak hoak yang menghantu biru!

memberi makan ego yang meraksasa

apa daya?

yay, bumi terisi  dengan emoji.

di mana mesti kularikan diri?
benak mengabut dalam kabut

kepakaran telah mati*
dibunuh kebodohan
yang lahir dari jejalan informasi 
yang disusun sendiri
setiap diri memproklamirkan kebenaran
tanpa alas dan dasar yang mengakar!
false expertise!

setiap pintu terbuka
bahkan pintu-pintu kebohongan

ketika diam adalah dosa
bungkam adalah bala
hati hanya berbisik
lirih nyaris senyap
"untuk apa bicara
pada tiang batu nan kaku
yang tak pernah lekang oleh panas dan hujan?"

pembelaan yang selemahlemahnya!

dan terbakarlah kita di kerak neraka yang paling dasar!

                                                                                     

                                                                 *dari buku Matinya Kepakaran karya Tom Nichols




 

Selasa, 04 Mei 2021

TERTAWANYA ITU...

tertawanya itu
memerdu bagai lagu
gelaknya yang sayup mengalun
dibalut lembut tutur mengayun
dan tatap mata yang menyayu
disusul terbitnya senyum laksana madu.

dia menjadi indah
dengan caranya sendiri

jantung berdetak merentak
mengejar momen yang gaib meraib

belum jua beranjak, tapi.
belenggu, pintu 
dindingdinding berdiri merapati
menutupi
menghalang pandang
melempang ruang

cinta tak bisa digugu
hanya meragu dalam bisu yang ambigu

mengintip celah tersembunyi
mencari jalan menyelisi


hm...
tertawanya itu....


Kamis, 29 April 2021

PADA SEBUAH KAPAL*

                                                                                                                      

pada sebuah kapal

di tengah dingin dini hari.

dalam hening penumpang tertidur

dalam gelap yang hinggap membekap

kita berpeluk tubuh

bibir bertemu bibir

bergelut memagut 


cinta menyala

menghangati dingin pagi yang dini

menyalakan hasrat purba manusia


setelah itu

kau kembali mengejar tidurmu

dalam dengung mesin kapal yang monoton

meninggalkan ku  terkapar dalam gelap

dengan nafsu yang belum usai


semilir angin resah

seresah hati nan gundah

suami di ruang sebelah


tinggal kapal yang masih merayap

membelah kegelapan sungai

melayari detik-detik waktu 

dengan dengungannya yang tua...


                                                                            *dari judul novel NH Dini.



Rabu, 28 April 2021

DEKAT TAPI JAUH

dekat tapi jauh
bersebar, berkisar
dalam kurungan
ruangwaktu 
dimensi yang sama

dekat tapi jauh
tak tersentuh

jenuh mengeruh
dalam suasana jatuh melayuh

ada jeruji
mengurung hati
mendindingi.

dekat tapi jauh

hanya sekedar tatap dan ucap

cinta hanya cemeti
yang mencambuki 

membilur luka demi luka 
garis segaris
silang menyilang
dalam sunyi tak berbahasa
yang tak pernah terbaca

kau di sana
dekat tapi sekaligus jauh

aku di sini
menanti dan terus menanti

sepi...

Rabu, 21 April 2021

IN THE MOOD FOR LOVE

Dalam gelora cinta

dua manusia leta

Terbata menyembunyikan rasa

 

dalam riuh rendah suasana 

mewarna setiap gejolak asa


Cinta yang bersembunyi

Diantara riak gelak

Yang beredar berkisar


Dalam gelora cinta

Badai  teredam

dalam tingkah dan laku terjaga


Menyimpan segenggam rahasia

Dari mata mata yang nyala menyala

Mulut mulut yang bisa berbisa


segaris tipis perasaan

Hanya mampu terwakili

pada tatap sekilas dan senyum seulas

Ketika bersisian

Ketika berkilasan


walau sekejap


Rahasia buruk terpuruk.


Diantara riuh tetangga

Dua manusia leta

Hanya sekedar mencari masa

Untuk melepas rindu yang kian panas membara



                          Terinspirasi dari film In the Mood for Love karya sutradara Wong Kar-wai








Jumat, 16 April 2021

ORANG BERDUA*

kita 
orang berdua
berdiri bersisian
menatap senyap malam
pada purnama
yang menebar cahaya
pada siluet pegunungan
dan  awan-awan
pada laut yang mengalun pelan
pada kapal-kapal yang melancar pulang

kita 
orang berdua
berdiri dalam hening
kecuali desir ombak yang mengarus lirih

kepalamu yang kau sandarkan di bahuku
alur nafasmu yang mengalir teratur

kata-kata hilang
bungkam!

hati yang berkata-kata
dengan denyut jantung yang seirama
berdegup menyamakan nada
dalam ritme yang bersenyawa

tubuh yang menghangat dalam pelukan

kita 
orang berdua
masih betah menatap purnama

                                                                               *dari judul puisi Chairil Anwar di Deru Campur Debu

Sabtu, 10 April 2021

MALAM GEMERLAP

 

I

 

bila ada waktumu

tengadahlah sejenak

saksikan malam ini

benderang bermandi caya

 

II

 

lalu, dari mana pula desir kalimat itu dinda?

terbawa, terhanyutkan

seperti kita yang menatap tanpa kerjap?

langit biru gelap

bulan kuning pucat

Aras-Nya nyata!

 

 

III

 

“karunia-Nya hadir sempurna malam ini”

kaukah yang membisikkannya dinda?

angin semilir sejuk

menyinggung rambutmu yang hitam lebat

rimba belantara tandingannya

senyummu jatuh

terkulai jiwaku luruh

o, betapa Tuhanku, Engkaulah yang maha

melahirkan kesempurnaan

 

IV

 

jika aku punya sayap

jangan kau tanya lagi

aku akan terbang

membawamu melayang

ke angkasa bintang gemintang

lalu kududukkan kau

di singgasana langit cemerlang

biar cantik mu nyata dan padan

 

V

 

dan kau hanya tersenyum

sambil berkata

“sudahlah….”

 

VI

 

waktu merambat

sederhana tapi nyata

kita masih bergenggam tangan

menanti dan terus menanti


VII

hingga kembali turun malam gemerlap

untuk kita



Senin, 05 April 2021

SISIFUS

 sisifus

yang mendorongdorong batu karang

melewati terjal tebing

menggulirkannya setinggi gunung

lalu pada puncaknya

 menggelindinglah dia sang batu

kembali di sedot gravitasi

pelukan bumi yang keras.


sisifus

yang kembali dan kembali 

dorongmendorong

melewati siklus demi siklus yang kaku

sepanjang waktu.


terjerat pada kutukan takdir itu-itu saja

pada setiap masa yang berbeda

untuk kembali ke alamat sama

berakhir sama


sisifus mendorongdorong batu

apa dia bahagia?


aku mendorongdorong cinta

apa bahagia?





kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara