Sabtu, 18 Desember 2021
MENCINTAIMU SAMA SAJA DENGAN MENCINTAI KEKOSONGAN
ENGKAULAH, KAMULAH
engkaulah
kamulah
yang mencuri segenap perhatian
acuh tak acuh ku
gerakmu
caramu bertutur
senyummu
lengkungmu
melahirkan satu kata
"anggun!"
oh aku,
yang diam-diam mengagumi mu
tersinari oleh cahaya dari auramu
nyaris tersesat oleh
keindahan binar mata
dan tawa yang memesona
bibir tipis merah menggoda
selamanya akan terkubur di sini
melagukan lagu-lagu rindu
tanpa sedikit arah menuju
segala cinta
memberi debar dan getar
dalam diriku
si pencuri asli
yang diam-diam memandangimu
mengumpulkan setiap gambar diri
setiap piksel
dari setiap anggel
yang menyala di sana.
Sabtu, 04 Desember 2021
SEKALI LAGI...
DUA MANUSIA
Kamis, 25 November 2021
MELANKOLI
Senin, 15 November 2021
ENTROPI
Rabu, 10 November 2021
SEAKAN TERPISAH JUTAAN TAHUN CAHAYA...
CINTA
mestinya aku tak terperangkap di sini
mestinya aku sudah sadar dari semua ini.
dengan segala pengetahuan yang ku punya.
ah cinta
sekadar alat, perlengkapan
untuk menyebarkan energi Sang Asali
hanya sekadar perangkat
penyebar dna
supaya berbiak berketurunan
memenuhi sepenuh bumi
ah cinta.
manisnya hasrat dan goda
tak sepadan dengan sakit nyerinya
meninggalkan liang luka menganga.
ah cinta,
tambah lama tambah tanya yang menggelora:
adakah cinta membawa bahagia?
atau sekedar perintang waktu
menjelang perpisahan
yang pasti datang?
ah!
APA YANG BERKISAR DI ANTARA KITA?
Kamis, 04 November 2021
JATUH CINTA LAGI PATAH HATI LAGI
jatuh cinta lagi
patah hati lagi
siklus
tak pernah putus
lingkaran setan berputaran
pada pusaran kutukan
tak pernah usai
selesai
jatuh cinta lagi
patah hati lagi
berputar-putar
melingkar-lingkar
membelit mengikat menjerat
jangan kau kira
aku lelaki yang mudah mabuk
pada tiap edisi baru
tatapan dan senyuman.
walau terkadang ada yang merasuk
tenggelam terlampau dalam.
jangan kau kira aku
laksana kumbang yang terbang
mengitari kembang-kembang
menghisap sari madu dari satu
lalu ke bunga lain terbang menuju
jangan kau kira
aku pematah ribuan hati
peremuk jutaan mimpi
di sini
aku yang papa terluka
mengharap cinta
yang tak pernah berujung nyata
menjalani alur tanpa henti
jatuh cinta, patah hati!
...................
(aku hanya ingin cinta yang berbalas
aku hanya ingin cinta yang meneduhkan
tempat istirahat
dari keresahan keresahan
aku hanya ingin cinta
yang menjawab "ya"
ketika kuwartakan
ketika kutanyakan)
aku hanya ingin cinta
Rabu, 27 Oktober 2021
KAU DI MANA?
Rabu, 20 Oktober 2021
SUDAHLAH
Selasa, 19 Oktober 2021
UNTUK KU (Bukannya cinta harusnya...)
Rabu, 13 Oktober 2021
AIR MATA
air matamu
jadi manik-manik
di pelataran jiwa ku
yang lengang
ada cerita
yang tak terucap di sana
angan
angin
labur luruh
bersama isakmu
perlahan
nyata
jadi bisa
di hati ku yang hampa
sudahilah air mata
juga deru kata-kata
aku lelakimu
yang bersiap mengusap pesat
segala sedu sedan sedihmu!
SAYUP SEPI JANJI
jadi sayup sepi di sini
"apa?! segala sepi?!"
tak ada yang menemani
waktu membilur biru
malam dan anginnya yang dingin menempeleng
berkerendap kilat di kejauhan
menggumam, guntur menggeram
hanya itu
tapi jiwa gemetar!!!
jadi sayup di sini
bergelimang sepi
"apa?! segala janji?!"
hati mati menunggu janji.
MALAM GERAH
"aku begitu kosong kini..."
di malam yang gerah
dan bulan yang memancar resah
adinda terbayang
di tiap sudut hasrat jiwa
yang terjebak, terkapar dan sepi
cintaku hanya pelabuhan gelap
tak berlampu
sepi dari suka dan teriakan kelasi
yang menjejak langkah
aku terkurung bisu
dari hati yang mengucapkan selamat datang
di angin mati dan laut diam
aku berbisik lirih....
TIADA LAGI
tiada lagi.
senja muram
sisa-sisa hujan
basah dan sayup
tiada lagi.
angin meniup tajam
murung memeluk
hati berkelana di lorong gelap
tiada lagi.
langkah menapak
melewati sudut-sudut gelap
dan becek
kesedihan mengapung
tiada lagi.
senja ini membunuhku
perlahan
BINTANG KECIL
bintang kecil
genit di langit
mengerdipkan manjanya
kepadaku yang membuka jendela
adakah harap
yang dikerlipkan sinarnya?
apakah cinta
yang di ajuk sejuknya?
bintang kecil
senyam senyum sendiri
di sini
di bumi manusiaku
aku memandangnya dengan gemas.
JANGAN RANTAI-RANTAI ITU...
jangan rantai-rantai itu kau kalungkan ke leherku. sayangku, tiada guna tubuh indah terdedahmu kau biarkan, melancarkan diri mencari pelukan hangat.
bukan, bukan kurang indah, tapi pelayar hidup ini ingin pijak dunia, melayari tiap ujung laut, mencecapi tiap rasa gelombang, mencari makna dan nada.
jangan, jangan kau kalungkan kecup, peluk cucup.
aku kan kembali -mungkin?-
sebelum senja tenggelam
dan malam jadi semakin malam
24 maret 2001
TERTATIH
tertatih langkah menapak
di tanah kering meretak
tanya mengoyak benak
mengapa, ada apa?
langkah lirih terhenti
wajah menyimpan cerita
galur-galur cemas terbaca
di dada
ya, di dada
menyeruak segenap rasa
menggelegak segala rupa
aku ingin jadi lelaki yang mampu membalut semua luka
aku ingin jadi lelaki yang mampu memanggul beban dunia
aku ingin jadi lelaki yang mampu membasuh semua air mata
aku ingin jadi lelaki yang ada
meng-ada disetiap massa luka menganga
meng-ada selalu di sampingmu
aku ingin jadi lelaki...
tertatih langkah menapak
di tanah kering meretak...
Kamis, 07 Oktober 2021
AKU HANYA ADA
aku hanya ada
sekadar ada
sebatang tubuh yang lengang
menatap lancang
dari balik jendela
aku hanya ada
sekadar ada
sebatang tubuh bernafas
di kamar sempit menjejas
hujan mecerat
dingin menjerat
aku hanya ada
di dunia menggila
dengan segala luka nganga
nyata terpeta
sekedar menjalani
putaran
ikalan
jeratan
kutukan
Rabu, 06 Oktober 2021
KOSONG!
SERIBU BINTANG
Sabtu, 02 Oktober 2021
INI HANYA LANGKAH...
Senin, 27 September 2021
MENCINTAI TANPA MEMILIKI
Minggu, 26 September 2021
DIBAKAR CEMBURU
hati yang dibakar cemburu
merah membara
bahangnya terasa
hingga ke dada
hati yang dibakar cemburu
menyala-nyala
di segenap ruang jiwa
membakar akal sehat
meruntuhkan bangunan logika
kemarahan yang kalah
kenyataan yang mendedah!
hari yang dibakar cemburu
legam berjelaga
meninggalkan abu dan jerebu
kerangka hitam yang suram
hati yang dibakar cemburu.
sampai tiba di satu titik
terhenti di situ
tergugu
kesadaran mengganggu
.......................................
TIADA HAK UNTUK CEMBURU!
SELINGKUH
ranjang jadi lengang
kita bersedekap
nafsu jadi sayu -dan lapuk-
yang tinggal hanya nafas
punyamu, punyaku
sayang,
tak cukupkah persetubuhan ini
jadi bukti cintaku
atau ini
cuma jadi selang waktu
menunggu
suamimu, istriku
pulang dari kantor
dan meminta jatah?
kau menjawab
dengan bisik tak terdengar......
03 februari 2005
SIAPA?
perempuan itu merangkup ‘anu’ ku.
ia
membelitku
dengan jalinan ketat
menjerat
memeras dan meremas
dengan ‘itu’ nya
hingga cairanku habis
kemudaanku tumpas
ia mengerang puas
saat menuju satu
meninggalkan aku berkeringat
terkangkang di ranjang
entah siapa
yang jelas
perananku habis kandas
aku tinggal nama
12 november 2003
PEMBAKARAN SITA
duhai laki-laki
patriaki!
mengapa kau nyalakan
api?
telah kujaga janjiku
kesucianku
telah kujaga tubuhku
dari bibir-bibir
jangankan tangan-tangan
lalu mengapa
kau giring aku kedalam api?
duhai laki-laki
patriaki!
kalau kau boleh bakar aku
aku juga boleh bakar
kamu
tahu apa aku
kalau kau juga menjaga
zakarmu
atau malah bermain cinta
dengan kera-kera sugriwa?
duhai laki-laki
patriaki!
kalau ku mati
*kau mati iseng sendiri!
*dari Cintaku Jauh di Pulau, Chairil Anwar
juli
2007
DEMONSTRAN
jalanan panas menggeliat
matahari diatas kepala
membakar mendidihkan kutu-kutu
di rambut gondrong bau bantal pesing
urat darah hampir putus
tiap orasi disambut teriak
tiap slogan disambut gelak
keringat jadi kuah
tubuh penuh bekas nanah
lalu tiba orang berseragam
menembakkan peluru karet dan gas air mata
menghambur berlarian
tungkai rasa putus, nafas rasa pupus
sore tiba dengan lunglai
bersorak bertabik diatas bis kota
berteriak, sempat pula
sedikit memaki
hingga tiba di kos-an
tercinta
dan teman-teman bertanya
bangga....
“apa lagi yang kau
dapat...?!”
01
februari 2001
FROM HERO TO ZERO
ada yang jatuh
terkapar tumpang tindih
padang itu sepi
asap hitam bergumpal dilangit
mengepulkan kepedihan
dalam gelap
lalu, dimana matahari?
ia pecah di ufuk barat
jadi serak-serak cahaya
tak lagi sempurna
kegelapan menekan!
luka pecah
bisa pecah
tanah?
tanah basah oleh darah!!
ada lagi yang jatuh
november 2004
Kamis, 23 September 2021
RAHWANA GUGAT
Selasa, 21 September 2021
RUANG LIMINAL
Senin, 20 September 2021
NANTI
Rabu, 15 September 2021
KETIKA, DI SUATU MASA...
Rabu, 08 September 2021
BERPROGRES
Kamis, 02 September 2021
Sabtu, 28 Agustus 2021
JIKALAU
Rabu, 25 Agustus 2021
RUMAH JADI SEPI
Kamis, 19 Agustus 2021
EKSTASI
SORE HUJAN HINGGA MALAM
sore hujan hingga malam
menggigil tiap insan
dalam kuyup mencari teduh
di emper-emper ruko yang hendak tutup
langit hitam
hati muram.
cukuplah kutuk dalam hati
ganti berganti dengan gerutu
ada yang mencari hangat dengan cerita
rekan disebelah yang entah siapa
tetiba jadi sahabat sepanjang masa.
tangan melipat di dada
mencari hangat pada tubuh ringkih
hujan masih keras menderas
menghantui atap dan jalanan
angan menyatukan detik
jadi menit dalam lamunan
penantian semakin panjang
dan dalam...
sore hujan hingga malam...
DI BALIK PUNGGUNGNYA TERLIHAT SAYAP
di balik punggungnya terlihat sayap.
gadis kecil lusuh berdarah.
sayap yang melebar terbuka
siap terbang mengangkasa
tanah itu datar saja
seolah sebelumnya tak pernah ada
yang tegak di sana
menengadah.
garis batas pantai, laut, daratan, punah
dan dia berjalan,
gadis kecil tak bernama
berkalung luka
sedikit goyah menapak
sayapnya mengepak-epak
siap meninggallandaskan
impian dan hidup
yang sempit menjepit
lalu hilang.
hilang!
orang-orang lalu lalang
dengan urusan dan duka masing-masing
tak melihat sedikit
gadis kecil bersayap angsa
lusuh tak bernama
membumbung mengangkasa
di langit
ya, di langit
dia berhenti sebentar
menatap kebawah
kearah reruntuhan dan gumpalan lumpur hitam
yang dulunya kota
ke arah orang lalu lalang dengan urusan dan duka masing masing
bergumam dengan kata tak tereja
lalu melesat
menerobos angkasa bercahaya
tak kembali...
(luka aceh adalah luka kita...)
Januari 2005
AZAZIL
dia yang dicampakkan ke bumi
bersama adam dan hawa
dia suara sumbang
di tengah lagu bernada sama
dia yang membelah diri
mengutus faksinya ke penjuru mata angin
dia yang terkutuk dan dikutuk
yang ditangguhkan kematiannya
dia dengan dendam
dan nafsu berkarat
dia yang sendiri
dalam keabadiannya
menanti hukuman
atas sebuah kesombongan
sembari mencari
pengikut sebanyak-banyaknya
dialah perlawanan
terhadap monarkhi
monarkhi absolut lagi!
dia adalah kekalahan
dari sebuah kemenangan
kemenangan menyatakan isi hati
kemenangan kekalahan!
DATANGLAH DATANG
datanglah datang
dan lihatlah bagaimana aku di sini menanti
menggelegak dalam rindu
mabuk dalam pesona
dirimu
aku jatuh ke dalammu
ke dalam lubuk jiwa
dan tatapan mata
matahari yang nyalang
tak cukup terangkah menelanjangi hasratku, niatku?
aku, terjangkit cinta!
denyut jantung, desiran darah
belum utuh menjadi hidup tanpamu!
perlahan ku kenakan rasa
kusiapkan hati dan jiwa
untuk membuka pintu
menyambutmu.
PAGI KEDUA
di luar hujan
kilat menggerayangi langit
suaranya begitu jauh
pagi yang dingin
ditingkahi ritmis gerimis
memerdu di hati kita
pagi larut berbungkus kabut
kita masih di ranjang. berpelukan.
bulan madu belum usai.
kau begitu hangat dalam dekap ku
membawa harapan di antara dingin dan hujan
ini pagi kedua kita dik.
aku belum jemu-jemunya menatap wajahmu yang bermanja
menikmati sentuhan dan dekapan
bertukar kehangatan
kau yang menganggap tubuh kurus lemahku ini
sekokoh benteng yang perkasa
tempat berlindung dan sempurna,
membarakan segenap harga diri,
menyalakan kelaki-lakianku
untuk menjadi
dan menghadirkan
versi terbaik dariku
hanya untukmu,
untukmu!
aku belum jemu-jemunya
mengecap cinta yang kita manifestasikan
dalam sebuah ikatan suci bernama pernikahan
yang semoga langgeng dan kekal
hingga ke ujung waktu kita,
melahirkan keturunan-keturunan
yang mewarnai wajah dunia
dengan kebaikan-kebaikan dan keindahan-keindahan.
aku belum jemu-jemunya
dan tak akan jemu-jemunya
semoga.
diluar hujan mulai berhenti
matahari menyinar malu-malu
mengajak kita keluar kamar
memulai hari ini...
BAHKAN HARUMMU MASIH KU CIUM
bahkan harummu masih ku cium
aku belum berhenti memikirkanmu,
kekasih sahabatku
aku masih belum berhenti!
ini seperti air keras
yang harus ku teguk
seteguk demi seteguk
membakar mengoyakkan
seinci demi seinci
tenggorokan
sampai ke lambung
hingga kematian yang menghentikan!
ini tapi seperti madu
yang ku cecap
sececap demi sececap
manisnya tertinggal di lidah
hingga sekujur sanubari
kau, kekasih sahabatku
tempat berlabuhnya rasa
yang tak pernah usai
cinta yang salah menempatkan diri,
menemukan alamat yang keliru!
dalam jiwaku, hasratku
lelahku, lemahku
kau, kekasih sahabatku
masih kurasakan hangatmu
di ujung-ujung jariku
dalam gelinjang hasratku hasratmu
tempat sejenak kita berlupa
siapa kamu, siapa aku, siapa kita, siapa dia!
bahkan harummu masih ku cium
di tengah-tengah kesunyianku
di tengah-tengah sesal yang menuba jiwa!
BITTER AFTER
Aku rasa begini:
pahit tiba setelah kutelan
sepotong demi sepotong
sekunyah demi sekunyah
seiris demi seiris
hidup punya macam-macam rasa, ku rasa
beda bagi sesiapa yang mengecapnya
ini bukan kesimpulan
baru hipotesis yang desis mendesis
pelangi punya tafsir sendiri.
begitu juga mendung yang gumpal menggumpal.
hujan, titik-titik air bagi kering yang jering
atau genang-genangan comberan
yang main-main ke dalam rumah?
mungkin pahit
mungkin manis
telan saja dulu
apa yang pahit belum tentu jadi pahit
apa yang manis belum tentu jadi manis.
begitulah.
catat! ini bukan kesimpulan
hanya hiburan bagi hati yang rawan.
DOSA ASAL
pada mulanya adalah dosa...
menjelma nafas, menjelma nafsu
ular mendesis-desis
berbisik-bisik
dosa pertama
beranakkan dosa-dosa lain
dalam tatapan, sentuhan, belaian
tubuh terdedah
menggoreng pikiran-pikiran
fantasi-fantasi
fetish nyalamenyala
pada akhirnya adalah dosa
terlahir, tercipta
menjadi lubang jurang
menenggelamkan
pikiran-pikiran
akal sehat
norma tata krama
ular mendesis-desis
ganti tertawa-tawa
pada akhirnya adalah dosa
yang menggucang-guncang sesal!
DEMAM DI TENGAH PANDEMI
terjaga tiba-tiba
dari tidur tak sempurna
indra berkabut
kalut
malam dingin ngelangut
pikiran-pikiran
berbiak di kepala
ditambah demam yang memanggang garang
kepala rasa meretak
vertigo!
di luar sunyi
tanpa bunyi
nyaris mati
bahkan nafas!
tetap gelap
tak tahu
apa
pagi belum tiba
belum...
Agustus 2007/Agustus 2021
BARBIE
hasrat hitam legamku
pada tubuhmu
dan celah diantara buah dada
pecah, punah dan binasa!
aku tua
sementara tubuhmu indah terdedah
bukan tak hendak menjamah
tapi cinta
jadi palung paling ngeri di sini
tak bisa kukatakan
apakah pasrahmu yang menjengah
atau lekukmu yang membuatku resah?
semua sama saja
karena cinta membisukan nafsu
bila memandangmu!
AKU DAN TEMANKU
Aku bertemu teman lamaku pada suatu siang yang garang. kami bertukar kabar dan cakap. anaknya satu sekarang, laki-laki! dia bekerja serabutan sebagai guru bantu dan memberi les privat bahasa inggris. dia bercerita, dengan mata menerawang namun bahagia, tentang istri dan anaknya di kampung yang senantiasa menunggu dan mengganggu dengan telepon-telepon dan SMS rindu. dia juga sempat mengeluhkan harga-harga yang melambung, bagai ombak di malam berbadai yang seakan hendak membalikkan perahu rumah tangga yang kecil dan rapuh. dia tampak kurus, layu namun makin tenang, matang.
lalu dia bertanya "apa kabarmu?" aku tertunduk gagu. perlukah kukatakan bahwa tahun-tahun ini aku hanya sibuk membangun puisi serta mengejar mimpi-mimpi tentang masa depan gilang gemilang sembari hanya menelentang?
aku membisu. lalu percakapan kami habis sampai disitu.
4 Juli 2007
UNTUK KAMU (Jangan berhenti...)
Maafkan aku yang menikmati
setiap kedekatan kita
harum parfummu
halus rambutmu
hangat kulitmu
massa tubuhmu
aku berusaha
menghentikan cinta
yang memang tak bakal kau indahkan
(sementara dia masih di sana...)
jangan takut manis
aku janji!
cuma, jangan salahkan
hati kecilku yang terus berbisik
"jangan berhenti..."
Senin, 14 Juni 2021
Selasa, 18 Mei 2021
KETIKA DIAM ADALAH DOSA
Selasa, 04 Mei 2021
TERTAWANYA ITU...
Kamis, 29 April 2021
PADA SEBUAH KAPAL*
pada sebuah kapal
di tengah dingin dini hari.
dalam hening penumpang tertidur
dalam gelap yang hinggap membekap
kita berpeluk tubuh
bibir bertemu bibir
bergelut memagut
cinta menyala
menghangati dingin pagi yang dini
menyalakan hasrat purba manusia
setelah itu
kau kembali mengejar tidurmu
dalam dengung mesin kapal yang monoton
meninggalkan ku terkapar dalam gelap
dengan nafsu yang belum usai
semilir angin resah
seresah hati nan gundah
suami di ruang sebelah
tinggal kapal yang masih merayap
membelah kegelapan sungai
melayari detik-detik waktu
dengan dengungannya yang tua...
*dari judul novel NH Dini.
Rabu, 28 April 2021
DEKAT TAPI JAUH
Rabu, 21 April 2021
IN THE MOOD FOR LOVE
Dalam gelora cinta
dua manusia leta
Terbata menyembunyikan rasa
dalam riuh rendah suasana
mewarna setiap gejolak asa
Cinta yang bersembunyi
Diantara riak gelak
Yang beredar berkisar
Dalam gelora cinta
Badai teredam
dalam tingkah dan laku terjaga
Menyimpan segenggam rahasia
Dari mata mata yang nyala menyala
Mulut mulut yang bisa berbisa
segaris tipis perasaan
Hanya mampu terwakili
pada tatap sekilas dan senyum seulas
Ketika bersisian
Ketika berkilasan
walau sekejap
Rahasia buruk terpuruk.
Diantara riuh tetangga
Dua manusia leta
Hanya sekedar mencari masa
Untuk melepas rindu yang kian panas membara
Terinspirasi dari film In the Mood for Love karya sutradara Wong Kar-wai
Jumat, 16 April 2021
ORANG BERDUA*
Sabtu, 10 April 2021
MALAM GEMERLAP
I
bila
ada waktumu
tengadahlah
sejenak
saksikan
malam ini
benderang
bermandi caya
II
lalu,
dari mana pula desir kalimat itu dinda?
terbawa,
terhanyutkan
seperti
kita yang menatap tanpa kerjap?
langit
biru gelap
bulan
kuning pucat
Aras-Nya
nyata!
III
“karunia-Nya
hadir sempurna malam ini”
kaukah
yang membisikkannya dinda?
angin
semilir sejuk
menyinggung
rambutmu yang hitam lebat
rimba
belantara tandingannya
senyummu
jatuh
terkulai
jiwaku luruh
o,
betapa Tuhanku, Engkaulah yang maha
melahirkan
kesempurnaan
IV
jika
aku punya sayap
jangan
kau tanya lagi
aku
akan terbang
membawamu
melayang
ke
angkasa bintang gemintang
lalu
kududukkan kau
di
singgasana langit cemerlang
biar
cantik mu nyata dan padan
V
dan
kau hanya tersenyum
sambil
berkata
“sudahlah….”
VI
waktu
merambat
sederhana
tapi nyata
kita masih bergenggam tangan
menanti
dan terus menanti
VII
hingga
kembali turun malam gemerlap
untuk
kita
Senin, 05 April 2021
SISIFUS
sisifus
yang mendorongdorong batu karang
melewati terjal tebing
menggulirkannya setinggi gunung
lalu pada puncaknya
menggelindinglah dia sang batu
kembali di sedot gravitasi
pelukan bumi yang keras.
sisifus
yang kembali dan kembali
dorongmendorong
melewati siklus demi siklus yang kaku
sepanjang waktu.
terjerat pada kutukan takdir itu-itu saja
pada setiap masa yang berbeda
untuk kembali ke alamat sama
berakhir sama
sisifus mendorongdorong batu
apa dia bahagia?
aku mendorongdorong cinta
apa bahagia?
kosong hampa Lazuardi tanpa makna melahirkan lara
-
hati yang dibakar cemburu merah membara bahangnya terasa hingga ke dada hati yang dibakar cemburu menyala-nyala di segenap ruang jiwa mem...
-
bintang kecil genit di langit mengerdipkan manjanya kepadaku yang membuka jendela adakah harap yang dikerlipkan sinarnya? apakah cinta yan...
-
aku hanya ada sekadar ada sebatang tubuh yang lengang menatap lancang dari balik jendela aku hanya ada sekadar ada sebatang tubuh bernafas ...