kita
orang berdua
berdiri bersisian
menatap senyap malam
pada purnama
yang menebar cahaya
pada siluet pegunungan
dan awan-awan
pada laut yang mengalun pelan
pada kapal-kapal yang melancar pulang
kita
orang berdua
berdiri dalam hening
kecuali desir ombak yang mengarus lirih
kepalamu yang kau sandarkan di bahuku
alur nafasmu yang mengalir teratur
kata-kata hilang
bungkam!
hati yang berkata-kata
dengan denyut jantung yang seirama
berdegup menyamakan nada
dalam ritme yang bersenyawa
tubuh yang menghangat dalam pelukan
kita
orang berdua
masih betah menatap purnama
*dari judul puisi Chairil Anwar di Deru Campur Debu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar