Jumat, 16 April 2021

ORANG BERDUA*

kita 
orang berdua
berdiri bersisian
menatap senyap malam
pada purnama
yang menebar cahaya
pada siluet pegunungan
dan  awan-awan
pada laut yang mengalun pelan
pada kapal-kapal yang melancar pulang

kita 
orang berdua
berdiri dalam hening
kecuali desir ombak yang mengarus lirih

kepalamu yang kau sandarkan di bahuku
alur nafasmu yang mengalir teratur

kata-kata hilang
bungkam!

hati yang berkata-kata
dengan denyut jantung yang seirama
berdegup menyamakan nada
dalam ritme yang bersenyawa

tubuh yang menghangat dalam pelukan

kita 
orang berdua
masih betah menatap purnama

                                                                               *dari judul puisi Chairil Anwar di Deru Campur Debu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara