Sabtu, 10 April 2021

MALAM GEMERLAP

 

I

 

bila ada waktumu

tengadahlah sejenak

saksikan malam ini

benderang bermandi caya

 

II

 

lalu, dari mana pula desir kalimat itu dinda?

terbawa, terhanyutkan

seperti kita yang menatap tanpa kerjap?

langit biru gelap

bulan kuning pucat

Aras-Nya nyata!

 

 

III

 

“karunia-Nya hadir sempurna malam ini”

kaukah yang membisikkannya dinda?

angin semilir sejuk

menyinggung rambutmu yang hitam lebat

rimba belantara tandingannya

senyummu jatuh

terkulai jiwaku luruh

o, betapa Tuhanku, Engkaulah yang maha

melahirkan kesempurnaan

 

IV

 

jika aku punya sayap

jangan kau tanya lagi

aku akan terbang

membawamu melayang

ke angkasa bintang gemintang

lalu kududukkan kau

di singgasana langit cemerlang

biar cantik mu nyata dan padan

 

V

 

dan kau hanya tersenyum

sambil berkata

“sudahlah….”

 

VI

 

waktu merambat

sederhana tapi nyata

kita masih bergenggam tangan

menanti dan terus menanti


VII

hingga kembali turun malam gemerlap

untuk kita



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara