I
bila
ada waktumu
tengadahlah
sejenak
saksikan
malam ini
benderang
bermandi caya
II
lalu,
dari mana pula desir kalimat itu dinda?
terbawa,
terhanyutkan
seperti
kita yang menatap tanpa kerjap?
langit
biru gelap
bulan
kuning pucat
Aras-Nya
nyata!
III
“karunia-Nya
hadir sempurna malam ini”
kaukah
yang membisikkannya dinda?
angin
semilir sejuk
menyinggung
rambutmu yang hitam lebat
rimba
belantara tandingannya
senyummu
jatuh
terkulai
jiwaku luruh
o,
betapa Tuhanku, Engkaulah yang maha
melahirkan
kesempurnaan
IV
jika
aku punya sayap
jangan
kau tanya lagi
aku
akan terbang
membawamu
melayang
ke
angkasa bintang gemintang
lalu
kududukkan kau
di
singgasana langit cemerlang
biar
cantik mu nyata dan padan
V
dan
kau hanya tersenyum
sambil
berkata
“sudahlah….”
VI
waktu
merambat
sederhana
tapi nyata
kita masih bergenggam tangan
menanti
dan terus menanti
VII
hingga
kembali turun malam gemerlap
untuk
kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar