sisifus
yang mendorongdorong batu karang
melewati terjal tebing
menggulirkannya setinggi gunung
lalu pada puncaknya
menggelindinglah dia sang batu
kembali di sedot gravitasi
pelukan bumi yang keras.
sisifus
yang kembali dan kembali
dorongmendorong
melewati siklus demi siklus yang kaku
sepanjang waktu.
terjerat pada kutukan takdir itu-itu saja
pada setiap masa yang berbeda
untuk kembali ke alamat sama
berakhir sama
sisifus mendorongdorong batu
apa dia bahagia?
aku mendorongdorong cinta
apa bahagia?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar