Selasa, 18 Maret 2025

SENYUM TERSEMBUNYI

senyum tersembunyi 
hendak merekah
bagaimana terbitnya Surya
di pagi hari

senyum tersembunyi
penuh misteri 
tatapan meneduh
tarikan bibir
mengulas segaris senyum

jantung berdetak
dalam irama dan tempo 
tak biasa
menggedor-gedor pintu bathin
menebar kekaguman




Selasa, 28 Januari 2025

BAHASA JIWA

Mentari membuka mata di timur sana
dersik angin membelai mayapada
candramawa luruh tersiram arunika
dunia menyala dalam gelora adiwarna

Pagi tiba
nirmala tanpa luka
sempurna membangunkan diri
dari lelap di ujung malam
dari mimpi-mimpi perihal dara wanodya
yang menggetarkan Sukma

Saatnya berganjak
penuhi benak dengan eunoia
hadirkan simpati untuk sesama 
mudita menghela rasa
kurung dan lupakan iri dan dusta

Lalui siang dengan usaha
kerja keras, kerja pintar
Saat hujan datang mendera
nikmati petrikor, hirup aromanya.

Perlahan senja datang menjemput
swastamita menghibur jiwa 
menyambut malam yang akan turun
menebar selimut hitamnya 
mendinginkan raga membara

Menatap bulan yang menemani
mangata panjang terbentang di bawahnya
riak lirih air nan mengguncangnya

Terlibat senandika seorang diri
mengurai derita dengan derana
menganugerahi kusala, kanigara
pada diri yang letih 
sebagai panasea mangkus
sangkil ke lubuk paling dalam
jiwa paling dalam.

Wahai jiwa yang Bestari
tidur lah kau istirahatlah
istirahatkan kata, raga dan jiwa
berkemaslah untuk terbenam 
dalam pelukan tidur yang lenyak

Agar siap menyambut esok
dengan segala rupa
kemungkinannya.










Sabtu, 18 Januari 2025

PULANGKU KE KAMU

pada senja yang melapuk
ditingkahi hujan yang tengah mengamuk
tersendat aku berlalu
mencari teduh
menunggu

nanti pada saatnya
ku kan pulang 
kembali dalam pelukan rumah
yang biar berduri sendiri
tapi masih ramah menjamah

pulangku pada kamu
pulangku padamu.


YANG MENANTI DI UJUNG JALAN

yang menanti di ujung jalan 
yang menanti di ujung perjalanan

mulai sering mengirim
pesan-pesan rindu

melalui nyeri
melalui sesak
melalui senak

diri kian layuh mengayuh

yang menanti
masih sabar menanti 
menanti diri menghampiri

jalan kian dekat ke ujung 
setapak menapak
menjejak meretak
 sejarak

Sabtu, 21 Desember 2024

KU YAKIN KAN AKU ADA

ku yakinkan aku ada
pada saat baikmu
pada saat sulitmu

diantara riang tawa
diantara tangis duka

menjadi teman
yang menemani
terang gelapmu
dingin panasmu

ku yakinkan aku ada
dalam alur bilur galur hidupmu
menjadi lilin yang menerangi
ruang batinmu
sampai saatnya tiba
lilin itu musnah
leleh oleh panas
yang kuberikan padamu

ku yakinkan aku ada
menjadi kayu bahan bakarmu
jadi sumber bagi nyalamu, terangmu, hidupmu
sebelum akhirnya musnah
jadi abu arang hitam
jelaga di udara.

ku yakinkan aku ada
sebagai tangga
sebagai penyangga 
mengangkat mu ke ketinggian baru
sampai nanti akhirnya 
aku patah
aku rebah
aku musnah.

ku yakinkan aku ada
di sisimu. 



kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara