di balik punggungnya terlihat sayap.
gadis kecil lusuh berdarah.
sayap yang melebar terbuka
siap terbang mengangkasa
tanah itu datar saja
seolah sebelumnya tak pernah ada
yang tegak di sana
menengadah.
garis batas pantai, laut, daratan, punah
dan dia berjalan,
gadis kecil tak bernama
berkalung luka
sedikit goyah menapak
sayapnya mengepak-epak
siap meninggallandaskan
impian dan hidup
yang sempit menjepit
lalu hilang.
hilang!
orang-orang lalu lalang
dengan urusan dan duka masing-masing
tak melihat sedikit
gadis kecil bersayap angsa
lusuh tak bernama
membumbung mengangkasa
di langit
ya, di langit
dia berhenti sebentar
menatap kebawah
kearah reruntuhan dan gumpalan lumpur hitam
yang dulunya kota
ke arah orang lalu lalang dengan urusan dan duka masing masing
bergumam dengan kata tak tereja
lalu melesat
menerobos angkasa bercahaya
tak kembali...
(luka aceh adalah luka kita...)
Januari 2005
Tidak ada komentar:
Posting Komentar