di luar hujan
kilat menggerayangi langit
suaranya begitu jauh
pagi yang dingin
ditingkahi ritmis gerimis
memerdu di hati kita
pagi larut berbungkus kabut
kita masih di ranjang. berpelukan.
bulan madu belum usai.
kau begitu hangat dalam dekap ku
membawa harapan di antara dingin dan hujan
ini pagi kedua kita dik.
aku belum jemu-jemunya menatap wajahmu yang bermanja
menikmati sentuhan dan dekapan
bertukar kehangatan
kau yang menganggap tubuh kurus lemahku ini
sekokoh benteng yang perkasa
tempat berlindung dan sempurna,
membarakan segenap harga diri,
menyalakan kelaki-lakianku
untuk menjadi
dan menghadirkan
versi terbaik dariku
hanya untukmu,
untukmu!
aku belum jemu-jemunya
mengecap cinta yang kita manifestasikan
dalam sebuah ikatan suci bernama pernikahan
yang semoga langgeng dan kekal
hingga ke ujung waktu kita,
melahirkan keturunan-keturunan
yang mewarnai wajah dunia
dengan kebaikan-kebaikan dan keindahan-keindahan.
aku belum jemu-jemunya
dan tak akan jemu-jemunya
semoga.
diluar hujan mulai berhenti
matahari menyinar malu-malu
mengajak kita keluar kamar
memulai hari ini...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar