Kamis, 19 Agustus 2021

AKU DAN TEMANKU

                Aku bertemu teman lamaku pada suatu siang yang garang.  kami bertukar kabar dan cakap. anaknya satu sekarang, laki-laki! dia bekerja serabutan sebagai guru bantu dan memberi les privat bahasa inggris. dia bercerita, dengan mata menerawang namun bahagia,  tentang istri dan anaknya di kampung yang senantiasa menunggu dan mengganggu dengan telepon-telepon dan SMS rindu. dia juga sempat mengeluhkan harga-harga yang melambung, bagai ombak di malam berbadai yang seakan hendak membalikkan perahu rumah tangga yang kecil dan rapuh. dia tampak kurus, layu namun makin tenang, matang. 

             lalu dia bertanya "apa kabarmu?" aku tertunduk gagu. perlukah kukatakan bahwa tahun-tahun ini aku hanya sibuk membangun puisi serta mengejar mimpi-mimpi tentang masa depan gilang gemilang sembari hanya menelentang? 

            aku membisu. lalu percakapan kami habis sampai disitu.


                                                                                                                               4 Juli 2007

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara