Aku rasa begini:
pahit tiba setelah kutelan
sepotong demi sepotong
sekunyah demi sekunyah
seiris demi seiris
hidup punya macam-macam rasa, ku rasa
beda bagi sesiapa yang mengecapnya
ini bukan kesimpulan
baru hipotesis yang desis mendesis
pelangi punya tafsir sendiri.
begitu juga mendung yang gumpal menggumpal.
hujan, titik-titik air bagi kering yang jering
atau genang-genangan comberan
yang main-main ke dalam rumah?
mungkin pahit
mungkin manis
telan saja dulu
apa yang pahit belum tentu jadi pahit
apa yang manis belum tentu jadi manis.
begitulah.
catat! ini bukan kesimpulan
hanya hiburan bagi hati yang rawan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar