Kamis, 19 Agustus 2021

BITTER AFTER

 Aku rasa begini:

pahit tiba setelah kutelan

sepotong demi sepotong

sekunyah demi sekunyah

seiris demi seiris


hidup punya macam-macam rasa, ku rasa

beda bagi sesiapa yang mengecapnya


ini bukan kesimpulan

baru hipotesis yang desis mendesis


pelangi punya tafsir sendiri.

begitu juga mendung yang gumpal menggumpal.

hujan, titik-titik air bagi kering yang jering 

atau genang-genangan comberan

yang main-main ke dalam rumah?


mungkin pahit

mungkin manis 

telan saja dulu


apa yang pahit belum tentu jadi pahit

apa yang manis belum tentu jadi manis.


begitulah.


catat! ini bukan kesimpulan

hanya hiburan bagi hati yang rawan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara