Kamis, 19 Agustus 2021

BAHKAN HARUMMU MASIH KU CIUM

 bahkan harummu masih ku cium


aku belum berhenti memikirkanmu,

kekasih sahabatku

aku masih belum berhenti!


ini seperti air keras

yang harus ku teguk

seteguk demi seteguk

membakar mengoyakkan

seinci demi seinci 

tenggorokan

sampai ke lambung

hingga kematian yang menghentikan!


ini  tapi seperti madu

yang ku cecap

sececap demi sececap

manisnya tertinggal di lidah

hingga sekujur sanubari


kau, kekasih sahabatku

tempat berlabuhnya rasa

yang tak pernah usai


cinta yang salah menempatkan diri,

menemukan alamat yang keliru!


dalam jiwaku, hasratku

lelahku, lemahku


kau, kekasih sahabatku

masih kurasakan hangatmu 

di ujung-ujung jariku

dalam gelinjang hasratku hasratmu

tempat sejenak kita berlupa

siapa kamu, siapa aku, siapa kita, siapa dia!


bahkan harummu masih ku cium

di tengah-tengah kesunyianku

di tengah-tengah sesal yang menuba jiwa!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara