bahkan harummu masih ku cium
aku belum berhenti memikirkanmu,
kekasih sahabatku
aku masih belum berhenti!
ini seperti air keras
yang harus ku teguk
seteguk demi seteguk
membakar mengoyakkan
seinci demi seinci
tenggorokan
sampai ke lambung
hingga kematian yang menghentikan!
ini tapi seperti madu
yang ku cecap
sececap demi sececap
manisnya tertinggal di lidah
hingga sekujur sanubari
kau, kekasih sahabatku
tempat berlabuhnya rasa
yang tak pernah usai
cinta yang salah menempatkan diri,
menemukan alamat yang keliru!
dalam jiwaku, hasratku
lelahku, lemahku
kau, kekasih sahabatku
masih kurasakan hangatmu
di ujung-ujung jariku
dalam gelinjang hasratku hasratmu
tempat sejenak kita berlupa
siapa kamu, siapa aku, siapa kita, siapa dia!
bahkan harummu masih ku cium
di tengah-tengah kesunyianku
di tengah-tengah sesal yang menuba jiwa!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar