sore hujan hingga malam
menggigil tiap insan
dalam kuyup mencari teduh
di emper-emper ruko yang hendak tutup
langit hitam
hati muram.
cukuplah kutuk dalam hati
ganti berganti dengan gerutu
ada yang mencari hangat dengan cerita
rekan disebelah yang entah siapa
tetiba jadi sahabat sepanjang masa.
tangan melipat di dada
mencari hangat pada tubuh ringkih
hujan masih keras menderas
menghantui atap dan jalanan
angan menyatukan detik
jadi menit dalam lamunan
penantian semakin panjang
dan dalam...
sore hujan hingga malam...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar