bukannya cinta harusnya membahagiakan?
meneduhkan, mendamaikan
menenangkan?
karena, bila cinta kehilangan itu semua
dia bukan lagi cinta
hanya sekadar nafsu, obsesi, keinginan memiliki.
tidakkah kau ingat?
bagaimana hati pertama berdesir
jantung yang lebih keras memacu
ketika memandangnya?
tidakkah kau ingat
bagaimana pertama menyadari
pesona-nya bagai purnama
di tengah langit malam tak berawan
dikelilingi bintang-bintang berkedip menawan?
tidakkah kau ingat rasa itu?
hangat menentramkan hati
tentram dalam khayal
membayangkan tatapan dan senyuman?
bahagia itu sederhana
sekadar sedikit menatap
sedikit mengharap
lalu mengapa sekarang kau tukar segalanya dengan sebuah keinginan memiliki utuh sepenuh-penuh?
bukankah cinta harusnya membebaskan
memberikan sayap untuk terbang menentang rintang?
bukankah cinta harusnya berujung bahagia
menjadi sebuah pelabuhan tempat bersandar kapal-kapal dari terpa badai samudra?
tapi, mengapa cinta jadi penjara,
tanpa dinding tanpa pintu tanpa belenggu namun jua maha kuasa menahan
segala rasa yang terus menerus haus mendamba?
mengapa cinta terus meminta
mengharap pada gelap yang kerap
mengubur dengan dera dan seksa?
aduhai aku
yang terus mengagungkan cinta
biarpun perihnya menguras air mata!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar