ini hanya langkah membelah jengah.
malam menindih
dilawan terang lampu jalanan
terang nyalang membosankan
kendaraan lalulalang. Juga orang.
Sepi tapi.
Entah di sini. Entah di hati.
Menyusur jalanan. Memandang manusiamanusia
Memasang topeng kaku diwajah yang tergerus luka.
ada juga memasang tawa
Tapi entah apa di dalam jiwa
Belum habis.
Langkah menyelisih
Bayangbayang memanjang
Lelampuan kuningterang
Bagai pemandangan ketika demam.
Sendiri dengan diri.
Ada pintu terbuka, banyak pintu menutup
Tapi tak hendak tangan mengetuk
Dan tak ada yang mengundang masuk
Langkah melengah
Menapak trotoar jalanan
Menguarkan aroma parit
lembab panaskatulistiwa
Mata mencaricari
Namun kadang tertunduk sepi
Gelak manis tutur bergula
Bibirbibir merah bagai membara
Di ujung rukoruko meremang miang
"Wahai lelaki, singgahlah dimari
Hangati kami yang terkubur sunyi"
Suara janggal
Nafsu terlalu usang untuk dipeluk, diolah dan dipermainkan.
Ini cuma sepi
Dalam alienasi
Cinta, mampukah kau membuka pintu?
hingga terbebaslah
Dari penjara tanpa jeruji
tanpa kunci
Dari belenggu tanpa pintu
tanpa waktu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar