air matamu
jadi manik-manik
di pelataran jiwa ku
yang lengang
ada cerita
yang tak terucap di sana
angan
angin
labur luruh
bersama isakmu
perlahan
nyata
jadi bisa
di hati ku yang hampa
sudahilah air mata
juga deru kata-kata
aku lelakimu
yang bersiap mengusap pesat
segala sedu sedan sedihmu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar