jalanan panas menggeliat
matahari diatas kepala
membakar mendidihkan kutu-kutu
di rambut gondrong bau bantal pesing
urat darah hampir putus
tiap orasi disambut teriak
tiap slogan disambut gelak
keringat jadi kuah
tubuh penuh bekas nanah
lalu tiba orang berseragam
menembakkan peluru karet dan gas air mata
menghambur berlarian
tungkai rasa putus, nafas rasa pupus
sore tiba dengan lunglai
bersorak bertabik diatas bis kota
berteriak, sempat pula
sedikit memaki
hingga tiba di kos-an
tercinta
dan teman-teman bertanya
bangga....
“apa lagi yang kau
dapat...?!”
01
februari 2001
Tidak ada komentar:
Posting Komentar