Senin, 20 September 2021

NANTI

nanti, pada saatnya
aku akan memanen luka
menuai air mata

sekarang aku hanya
menimbun-nimbun suka 
mengumpul-ngumpulkan rasa
mengajuk-ajuk cinta
membujuk-bujuk Yang Kuasa
membangun-bangun asa

nanti. 

Pada saatnya
semua harus dibayar tuntas.

dibayar dengan nyeri 
dibayar dengan perih hati
dibayar dengan jeri
dibayar dengan sepi
dibayar dengan mati

nanti.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara