Rabu, 15 September 2021

KETIKA, DI SUATU MASA...

ketika di suatu masa kau menyambut uluran jemari, ketika itu pula langit menurunkan hujan bungabunga, hujan warnawarna. sinar mentari melembut, alam seolah bergerak melambat dalam detak detik syahdu berlalu.

ketika di suatu masa kau palingkan wajahmu, hatimu ke arahku, bergetarlah sekujur tubuh, berdebarlah jantung hingga ke urat darah terhalus. tersengatlah aku dalam aliran rasa yang mengarus menggelombang, mengalun-hanyutkan aku ke nuansa penuh warna. mendesakkan aku ke alam penuh bahagia.

pintu itu semoga terbuka jua, menyambutku pejalan tua leta yang papa, dari perjalanan yang renta dan fana. 

duhai purnama, penghias jiwa

ketika di suatu masa kau menyambut uluran tangan ku...



...di sebuah masa yang tak pernah akan tiba

atau mungkin

di semesta lain lagi
waktu lain lagi
yang tak kan pernah ku kenali
jauh tersembunyi
dari tempatku berdiri
di sini.

(aku masih lelap berbungkus harap...)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara