ketika di suatu masa kau palingkan wajahmu, hatimu ke arahku, bergetarlah sekujur tubuh, berdebarlah jantung hingga ke urat darah terhalus. tersengatlah aku dalam aliran rasa yang mengarus menggelombang, mengalun-hanyutkan aku ke nuansa penuh warna. mendesakkan aku ke alam penuh bahagia.
pintu itu semoga terbuka jua, menyambutku pejalan tua leta yang papa, dari perjalanan yang renta dan fana.
duhai purnama, penghias jiwa
ketika di suatu masa kau menyambut uluran tangan ku...
...di sebuah masa yang tak pernah akan tiba
atau mungkin
di semesta lain lagi
waktu lain lagi
yang tak kan pernah ku kenali
jauh tersembunyi
dari tempatku berdiri
di sini.
(aku masih lelap berbungkus harap...)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar