Selasa, 04 Mei 2021

TERTAWANYA ITU...

tertawanya itu
memerdu bagai lagu
gelaknya yang sayup mengalun
dibalut lembut tutur mengayun
dan tatap mata yang menyayu
disusul terbitnya senyum laksana madu.

dia menjadi indah
dengan caranya sendiri

jantung berdetak merentak
mengejar momen yang gaib meraib

belum jua beranjak, tapi.
belenggu, pintu 
dindingdinding berdiri merapati
menutupi
menghalang pandang
melempang ruang

cinta tak bisa digugu
hanya meragu dalam bisu yang ambigu

mengintip celah tersembunyi
mencari jalan menyelisi


hm...
tertawanya itu....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara