memerdu bagai lagu
gelaknya yang sayup mengalun
dibalut lembut tutur mengayun
dan tatap mata yang menyayu
disusul terbitnya senyum laksana madu.
dia menjadi indah
dengan caranya sendiri
jantung berdetak merentak
mengejar momen yang gaib meraib
belum jua beranjak, tapi.
belenggu, pintu
dindingdinding berdiri merapati
menutupi
menghalang pandang
melempang ruang
cinta tak bisa digugu
hanya meragu dalam bisu yang ambigu
mengintip celah tersembunyi
mencari jalan menyelisi
hm...
tertawanya itu....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar