Sabtu, 18 Desember 2021

ENGKAULAH, KAMULAH

engkaulah

kamulah

yang mencuri segenap perhatian

acuh tak acuh ku


gerakmu

caramu bertutur

senyummu

lengkungmu

melahirkan satu kata

"anggun!"


oh aku,

yang diam-diam mengagumi mu

tersinari oleh cahaya dari auramu

nyaris tersesat oleh

keindahan binar mata

dan tawa yang memesona

bibir tipis merah menggoda

selamanya akan terkubur di sini

melagukan lagu-lagu rindu

tanpa sedikit arah menuju


segala cinta

memberi debar dan getar

dalam diriku

si pencuri asli

yang diam-diam memandangimu

mengumpulkan setiap gambar diri 

setiap piksel

dari setiap anggel


yang menyala di sana.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara