Senin, 18 Januari 2021

SEPI

 aku mendandani sepi dengan puisi

di malam yang dingin menyendiri

 

kutulis bait demi bait

agar tertuang segala rasa yang menyandera jiwa

 

dimana dirimu?

ku eja namamu

seiring hela nafas

 

ku sentuh paras mu  dalam khayal

ku kejar wangi mu dalam imaji

 

aku masih mendandani sepi

di sisa-sisa letih hari

 

malam buram dan kelam

masih jauh dari pagi

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara