aku mendandani sepi dengan puisi
di malam yang dingin menyendiri
kutulis bait demi bait
agar tertuang segala rasa yang menyandera jiwa
dimana dirimu?
ku eja namamu
seiring hela nafas
ku sentuh paras mu dalam khayal
ku kejar wangi mu dalam imaji
aku masih mendandani sepi
di sisa-sisa letih hari
malam buram dan kelam
masih jauh dari pagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar