Jumat, 08 Januari 2021

KAU DAN AKU

meraup waktu

membawanya dalam pelukan.

kau, aku, kita dihempaskan,Dimainkan rasa.

 

seperti biasa kau tersenyum. tipis saja.

seolah dengan itu kau ingin berkata :“sudahlah”

seperti biasa pula aku meradang

melemparkan 1000 makian

malah nyaris ku tampar kau!

seperti biasa pula kau tertunduk

melarikan isakmu sejauh-jauhnya

dan, seperti biasa pula sesal merangkup

hingga kepala mungilmu kubiarkan jatuh dibahu

usap sayang bernada sesal

seperti biasa meminta maaf mu....

 

membingkai waktu

menatanya menjadi sejarah

diantara kita.

kau, aku, kita

jalani berdua.

 

18 september 2000


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara