meraup waktu
membawanya dalam pelukan.
kau, aku, kita dihempaskan,Dimainkan rasa.
seperti biasa kau tersenyum. tipis saja.
seolah dengan itu kau ingin berkata :“sudahlah”
seperti biasa pula aku meradang
melemparkan 1000 makian
malah nyaris ku tampar kau!
seperti biasa pula kau tertunduk
melarikan isakmu sejauh-jauhnya
dan, seperti biasa pula sesal merangkup
hingga kepala mungilmu kubiarkan jatuh dibahu
usap sayang bernada sesal
seperti biasa meminta maaf mu....
membingkai waktu
menatanya menjadi sejarah
diantara kita.
kau, aku, kita
jalani berdua.
18 september 2000
Tidak ada komentar:
Posting Komentar