dia menyuramkan senja dengan peluk dingin
ah... dasar wanita! tak punya cara lain selain memeluk
dan tumpahkan air mata
di pantai yang jauh dari kata romantis
oleh hiruk-pikuk manusia yang menanti senja
siapa sangka jadi tempat terakhir kita......
lalu larut.
kita larut berebut pagut
berlomba dengan waktu
yang tiba-tiba maha kuasa
mengunyah detik demi detik
mempercepat perpisahan
matahari jadi selembar pita merah
kita beranjak pulang
isak mu masih tereja di atas roda
membasahi punggungku dengan air mata
... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
lalu senyap
tak ada janji
tak ada harap
malam menghabisi perpisahan kita dengan getir
07 desember 2004
(di fotokopi bang joel)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar