Jumat, 08 Januari 2021

DI PANTAI, SORE HARI

         dia menyuramkan senja dengan peluk dingin

ah... dasar wanita! tak punya cara lain selain memeluk

dan tumpahkan air mata

 

di pantai yang jauh dari kata romantis

oleh hiruk-pikuk manusia yang menanti senja

siapa sangka jadi tempat terakhir kita......

                                    

lalu larut.

kita larut berebut pagut

berlomba dengan waktu

yang tiba-tiba maha kuasa

mengunyah detik demi detik

mempercepat perpisahan

 

matahari jadi selembar pita merah

kita beranjak pulang

isak mu masih tereja di atas roda

membasahi punggungku dengan air mata

 

... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...

 

lalu senyap

tak ada janji

tak ada harap

 

malam menghabisi perpisahan kita dengan getir

 

 

07 desember 2004

(di fotokopi bang joel)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara