entah berapa lama
lagi aku bisa bertahan
dalam jepitan rasa yang kian menekan
kerinduan ini menyiangi
menguliti hati dengan pisau penantian
sementara bayangmu
masih terngiang dalam khayal
matamu
senyummu
bagaimana aku berkeliaran
bagai orang kurang pikiran
sekedar untuk menatap wajahmu
matamu
senyummu
tidakkah sebuah pengetahuan dapat lahir dari resah tingkah ku?
tidakkah kau dapat membaca pertanda dari gelisah pada mataku?
tidakkah asap yang membumbung disebabkan api yang teredam?
tidakkah hujan turun ke bumi karena sebuah alasan?
entah berapa lama lagi aku bisa bertahan
mencari-cari kesempatan dalam sempitnya kesempitan
mengajuk-ajuk pada takdir yang berbalik badan.
matamu
senyummu
26 Januari 2021
Tidak ada komentar:
Posting Komentar