Selasa, 26 Januari 2021

ENTAH

entah berapa lama lagi aku bisa bertahan

dalam jepitan rasa yang kian menekan

 

kerinduan ini menyiangi

menguliti hati dengan pisau penantian

 

sementara bayangmu

masih terngiang dalam khayal

 

matamu

senyummu

 

bagaimana aku berkeliaran

bagai orang kurang pikiran

sekedar untuk menatap wajahmu

 

matamu

senyummu

 

tidakkah sebuah pengetahuan dapat lahir dari resah tingkah ku?

tidakkah kau dapat membaca pertanda dari gelisah pada mataku?

tidakkah asap yang membumbung disebabkan api yang teredam?

tidakkah hujan turun ke bumi karena sebuah alasan?

 

entah berapa lama lagi aku bisa bertahan

mencari-cari kesempatan dalam sempitnya kesempitan

mengajuk-ajuk pada takdir yang berbalik badan.

 

matamu

senyummu

 

 

 

 

26 Januari 2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara