malam telah meninggalkan kamar yang teranja-anja oleh rasa.
fajar sidiq, pita putih itu, telah membentang
di balik awan-awan hujan.
subuh yang dingin,
memberi alamat dan kesegaran baru.
sebuah hari yang optimis.
kita berdua.
kau yang membangunkan aku
dengan hangatmu.
sekeping senyummu tulus
sisa peraduan malam pertama kita.
ini adalah hari,
ketika sisi ranjangku berisi
untuk pertama kali.
ini pagi pertama kita.
dik, mungkin tak setiap hari pagi begini
mungkin tak setiap pagi indah begini
tapi ku percaya janji mu, seperti kau percaya
bahwa kita akan menempuh gelombang hidup kehidupan
pasang surut keras menghempas
dengan jari bergenggam, hati bergenggam, jiwa dan raga.
dik,
aku janji.
aku naik saksi!
kau tersenyum, selembut cahaya matahari yang mulai merekah menjamah tanah.
lalu matahari itu turun di hati kita.
inilah mungkin waktu dimana kata-kata
tak bernyawa, tak berasa!
16 oktober 2007
Tidak ada komentar:
Posting Komentar