Senin, 25 Desember 2023

RINDUKU

Rinduku pada awan
Yang mencumbui pucuk pucuk pegunungan

Rinduku pada dingin
Yang sejuk menyelimuti kulit

Rinduku pada laut
Yang tak mampu ku renangi
Hanya ku cecap asinnya

Rinduku pada riak
gerak gelombang yang mengantarkan perahu

Rinduku pada angin
Yang menderu menyisiri rambut

Rinduku pada hijau
dedaunan yang memenuhi punggung gunung

Rinduku pada pagi
Yang kita susuri bersama
Dalam lembutnya kabut
Dalam sejuknya embun
Yang membasahi ujung-ujung daun

...

Rinduku pada kamu
Yang jauh di ujung sana
Sementara aku
Terpuruk di ujung sini

Minggu, 24 Desember 2023

DI RIMBUN KEBUN TEH

Menatapmu
Di rimbun kebun teh
Mata bertatap,
senyum tipis terukir.

Kau jadi kontras di sana
Hijaunya daun teh 
Menjadi latar yang mengangkat
indahmu

Udara dingin sedikit berkabut
Memeluk tubuhmu, menyalakan auramu
Bersinarlah engkau dengan senyuman
Yang tak pernah lepas dari bibirmu

Kini hati memang tak seperti dulu
Dalam hasrat gebu menggebu
Rasa telah menyurut
Seiring waktu menggerus hangus

Hati ini tapi,
Masih berbisik
Mendaraskan doa dan harap
Bahwa semua belum mencapai nol
Bahwa masih ada asa tersisa
walau hanya sebesar zarah
yang berpendar lemah
Sembari menata 
Degup jantung yang hilang irama

Mata ini tapi,
Masih terus berusaha 
Mengirimkan getar gelombang rasa
Sinyal yang bengal
Biar mungkin takkan pernah tiba
hilang terpental
luruh di udara
Sembari merekam 
dengan ketakjuban
keindahan sempurna
milik-Nya

Di rimbun kebun teh
Aku menatapmu rindu 
...

Senin, 18 Desember 2023

MATAHARI HARI INI LAIN SEKALI DI KULITKU

Terbit juga matahari
Sinarnya menyinari
Wajahku yang dilumuri debu

Matahari hari ini
lain sekali dikulitku
Hangatnya tetap hangat
tapi tak terasa lagi menghangati

Aku kini telah satu
diantara abu dan debu
diantara batu dan kayu
Bisu. Menunggu.

Terbit juga matahari
setelah kepulan asap
setelah gelombang drama:

Raung dan isak tangis
ratap ketakutan
deru kepanikan
doa-doa yang terancam
ditengah ledakan dan gemuruh
hujan abu dan batu.

Berterempasan berhamburan
mencari keselamatan
panas mengelucak 
seinci demi seinci
seari demi seari
di kulit rekah memerah
di tubuh layuh melepuh 

Aku kini penunggu
Sembari menunggu

Terbit juga matahari
Biarpun hangatnya lain kini
Sinar yang hadir menerangi
daras doa dan mantra
yang dikirim angin-angin
kepada jiwa-jiwa yang baka

Menuntun membuka sela
diantara pintu barzah yang rapat terjaga
meredam duka dan lara
menghibur sukma-sukma nelangsa
membawa rela ke setiap dada
yang menanggung luka nestapa

Terbit juga matahari
yang lain sekali hari ini
mungkin juga lusa, selamanya.

Menyinari aku
yang rebah tengadah

Menunggu.

                                      
                          Mengenang tragedi Marapi
                          Desember 2023
                                  


Selasa, 21 November 2023

ketika

Ketika semua merasa
Berdiri paling kanan
Ketika semua merasa paling benar
Yang terjadi adalah
Semua merasa paling berhak
Untuk mengibarkan kebenaran
Tanpa melihat kebenaran kebenaran lain

suaraku hanya gema

Suaraku hanya gema
Memantul di dinding dinding kepala
Lalu hilang tanpa makna
Bagai embun di pagi buta

Senin, 13 November 2023

CUKUP

Cukup
Sudah
Perlu berapa ribu literkah
Darah mesti tertumpah
Perlu berapa banyak mata lagikah
Untuk mengganti mata yang telah padam

Sudah tenggelamkan hati nurani
Hingga menyasarkan serangan
Pada sosok-sosok kecil
Yang tak tahu apapun

Enough
Cukup
Sudah 

Sabtu, 14 Oktober 2023

CINTA DALAM HIDUPKU

Adakah cinta dalam hidupku
Ataukah hanya sekeping derita
Yang tak habis-habis mendera?

Adakah cinta dalam hidupku?
Yang hangat membebat
Yang lembut ngelangut
Yang sejuk mengajuk
Yang teduh melabuh

Yang dalam menggenggam

Adakah cinta
Di sisa-sisa masa
Hidup yang menua
Dalam perih mendera

Asa di tepi jurang
Yang garang mengangkang
Tergantung pada seutas harap
Yang gelap memberat

Adakah cinta dalam hidupku
Yang semakin layu
                                  dan sayu?

Aku hanya minta cinta
Yang dibalas dengan cinta



Jumat, 29 September 2023

PULANG KU DARI KERJA

Pulangku dari kerja
Ku ingin dia ada
Membuka pintu
Dan menyambutku
Dengan tatapan teduh
Dan senyum meluruh

Aku tahu dia lelah
Dengan urusan kantornya pula
Tapi sekaligus 
Dia juga berhasil
Menjadi pendamping di samping
Ratu yang menemani sang raja
Dengan segala urusannya.

Pulangku dari kerja 
Ku ingin

Selasa, 12 September 2023

KALDERA

Ada kaldera
Membuka di dada
Sisa ledakan membahana
Menyisakan lubang hampa
Menganga ...

Ada kaldera
Membuka di dada
Tak kunjung terisi
Kecuali sepi 
dan sunyi
Tak kunjung berisi
Kecuali jeri
dan nyeri 

Waktu menyisakan
Kolam-kolam perbuatan
Makin dalam dan kelam
Seram dan suram

Waktu menyisakan
Sisa-sisa peradaban
Keping dan puing
Hiasan kekosongan

Ada kaldera

Sabtu, 09 September 2023

TAMAN KATA-KATA

Selamat datang
Di taman kata-kata
Tempatku kadang lari
Dari dunia yang tak peduli
Bercanda dengan Rima
Berdiskusi dengan diksi 

Selamat datang
Masuki dan jelajahi
Timbunan kalimat dan kata
Hamburan sebaran tanda baca

Semesta kecil
Tempat ku bersuka
Tertawa
Bahagia
Tempatku berduka
Melara
Menghampa

Ruang mungil pelarianku
Dari riuhnya dunia
Riak buana
Fatamorgana 







Jumat, 08 September 2023

NPC

Aku NPC
dia NPC
Di dunia simulasi

Aku mati
Dia mati
Di dunia simulasi 

Siapa karakter utamanya
Siapa playernya

NPC tetap jadi NPC
Tetap jadi umpan pukulan
Atau paling kurang
Menjalani hari-hari
Seperti itu lagi

Aku NPC
Dia NPC
Kita NPC

Siapa karakter utamanya
Siapa playernya

???


Senin, 28 Agustus 2023

PHANTOM PAIN

Sungguh terasa
Dia bagai masih ada

Lukanya 
Sakitnya
Nyerinya

Tatapnya
Senyumnya
Geraknya

Sungguh terasa
Masih ada

Dicerabut paksa
Dari suasana bahagia
Yang semestinya 
Menjadi nyata

Terlunta
Ditinggal ketika
Sedang sayang-sayangnya

Seperti rasa yang ada terasa
Di raga yang telah tuna

Masih terasa!


Rabu, 23 Agustus 2023

Ayah adalah kumpulan lelah
Yang tersembunyi di sudut-sudut matanya
 Ayah adalah kumpulan amarah 
Yang tertahan di garis-garis mulutnya

Hanya perasaan
Atau memang keinginan?

Kamis, 17 Agustus 2023

CINTA MEMANG BUTA

Cinta memang buta
Memerangkap dalam lingkaran
berputar-putar
Menabrak dinding-dinding
Bagai ngengat terjebak 
Di lemari kaca

Cinta memang buta
Menutup mata
Menuntun ke tepi
Jurang-jurang
Palung-palung paling dalam
Mengajak bermain-main
Di pinggir-pinggirnya
Mengajak bersuka ria
Dengan bahaya

Namun cinta juga bisa melihat
Melihat yang tak terlihat
Yang hitam menjadi putih
Yang buruk menjadi elok
Yang lemah tampak gagah
Yang layuh tampak utuh!

Cinta memang buta
Menutup mata
Menutup telinga
Melumpuhkan logika
Mengalahkan akal sehat
Memenjara

Entah itu birahi
obsesi, ekspektasi
yang berapi-api

Atau saru menyaru
Dalam biru gerak kalbu
Nan rindu bernafsu

Cinta memang buta
dan gila!





Senin, 14 Agustus 2023

Minggu, 13 Agustus 2023

Ruang memberi tempat
Waktu memberi tenggat
Sementara yang dua berkelindan
Kelahiran dan kematian.

Jumat, 28 Juli 2023

LELAKI SEJATI

Lelaki sejati
Menang melawan diri sendiri
Menyediakan diri
Untuk jatuh terpukul berkli-kali

Lelaki sejati
Berdiri di atas kaki sendiri
Menyediakan diri
Dihempas digilas masa

Menanggung beban di pundak, sekaligus
Menjadikan bahu tempat bersandar

Berhenti berkata aku
Hanya berkata kami dan kita

Meredam mengekang ego
Biar kadang terlepas jalang

Menyimpan semua luka
Dan air mata
Di balik wajah keras nan tegas
Kadang beringas!

Menjadi atap dinding dan pondasi
Untuk semua yang dicinta

Lelaki sejati



Selasa, 25 Juli 2023

APA YANG BERJALAN DI BELAKANG SISTEM INI...

Apa yang berjalan di belakang sistem ini?berputar diam-diam
merangkak diam-diam
Bernafas diam-diam
Memakan dari dalam
Membusuk dalam kelam

Ada tapi tiada 
Tiada tapi ada

Tahu-tahunya memperlambat
Melemahkan
Menggelapkan

Mengorupsi!

Sel kanker yang menjajah
Sejengkal demi sejengkal tanah
Tubuh yang semakin lemah

Menjalar menguasai
Berbiak membelah diri
Dengan satu tujuan pasti
Kenyang bagi diri
Tanpa menyadari
Sekadar agen bagi evolusi!

Apa yang berjalan di belakang sistem ini?
Apa yang melatarbelakangi?

Hingga tiba pada masa
Sistem runtuh pada dirinya!



Kamis, 20 Juli 2023

LOOP

Lucu sekali
Kamu mengharapkannya
Sedang aku mengharapkanmu
Kau lari mengejarnya
Aku lari mengejarmu
Dan kita jatuh dalam lingkaran
Yang berputar beredar
Di garis lintas itu itu jua

Bisakah kau berhenti sejenak
Melihat ke arahku?
Meskipun aku tahu 
kau adalah aku
dengan persamaan sikap kita
yang tak pernah mau menyerah
juga mengalah
dalam perjuangan mengharapkan
yang kita cinta?

Bisakah aku sejenak
memalingkan wajah
dari menatapmu,
yang melaju di depanku,
memikirkan, menyadari
bahwa takkan pernah ada cinta untukku
darimu?

Bisa kah kita keluar dari lingkaran
Sebuah alur berputar melingkar
Menjadi kutukan yang mengular
tak pernah henti
berulang dalam pola yang sama?

Jawabku tidak!

Karena aku tetap ingin berperang
Melawan takdirku sendiri
Meski kekalahan sudah menanti
Di depan mata.

...

Aku masih begini mengharapkanmu
Seperti kau masih begitu mengharapkannya

...dan kita masih terjebak
di ruang bimbang masing-masing...

Jumat, 07 Juli 2023

Rasa sakit adalah pesan

YANG FANA ADALAH SAYA

Yang fana adalah saya
Dalam tanya yang tak kunjung reda
Menyelisik dalam kelindan ruangwaktu
Larut dalam gelombang masa
Karam dalam deras pemikiran.

Yang fana adalah saya
Coba mencoba
Membuka segala rahasia
Mengintip tiap jendela
Haus akan jawaban-jawaban
Membongkari mesin-mesin peradaban
Mengamati mekanisme nya
Untuk kemudian
Jatuh dalam lingkaran
Pertanyaan-pertanyaan
Pertanyaan-pertanyaan

Satu pintu membuka
Ke arah ruang lain
Dengan pintu lain
Di ujungnya

Yang fana adalah saya
Dengan tanya-tanya 
Yang tak henti bertanya-tanya!

KADANG

Kadang
Lebih baik tidak tahu
Daripada tahu

Pengetahuan adalah kutukan.
Menjadi hantu yang menghantu
Kejar mengejar dalam rasa penasaran
Melimpah dalam gelisah
Akan prediksi, kemungkinan-kemungkinan
yang berujung gelap
 
Kadang
Lebih baik tak mengerti
Polos seperti bayi
Tertidur tanpa sangsi





LAGU PAGI

Mentari menyepuh awan
Dengan warna jingga
Yang menghangatkan
Pagi baru saja membuka mata
Disambut kicau burung
Bernyanyi riang

Udara sejuk memeluk
Alam begitu ramah
Menjanjikan harapan 
Bagi manusia-manusia
Yang bergegas
Mulai meraih tugas
untuk diselesaikan hingga tuntas



Rabu, 05 Juli 2023

SUNGGUH

Sungguh
Bukan sekali dua
Aku terpana
Pada senyuman dan tatapan

Sungguh
Bukan sekali dua
Aku terbawa
Dalam sikap tenang bersahaja

Dia bukan perempuan serba bisa
Dia bukan perempuan ligat cepat
Dia bukan perempuan luar biasa

Namun
Ada denyar
Ada getar
Yang mengisi 
di sini

Bukankah cinta tak memerlukan alasan untuk mencinta?

Sungguh...

Rabu, 28 Juni 2023

DIALAH...

Dialah yang menerangi
Lorong-lorong sekolah
Dengan kecemerlangan
Dan keindahan pikiran...

Dialah yang menyalakan
Ruang-ruang kelas
Dengan obor pengetahuan
Menjangkau sudut-sudut gelap pikiran
Dengan cahaya ilmu dan pemahaman

Dialah
Tangan halus nan tulus
Menuntun jari-jari kecil
Menulis takdirnya

Dialah 
Dengan ucap dan usap
Menenangkan badai amarah
Menuntun pikiran yang gelap
Untuk mampu menuju terang

Dialah...

Minggu, 25 Juni 2023

AKU LELAKI

Aku lelaki
Yang setia menunggu
Menunggu waktuku

Menunggu
Di muka pintu
Pintu mu

Pintu
Yang tak jemu 
Ku ketuk
Dengan ketukan yang lembut
Nan lirih

Tanpa gesa
Namun juga
Tanpa jeda
Dengan cara
Sederhana

Pintu itu
masih menutup 

Tanpa sedikit celah
Untuk melihat.

Aku lelaki
Masih setia menunggu
Menunggu waktuku
Menunggu pintumu

Terbuka. 
Untuk kita

Selasa, 13 Juni 2023

KEMEWAHAN WAKTU

                                                 malam itu...

Kunikmati kemewahan waktu
Bersamamu
Sebelum ia dirampas ganas
Oleh takdir yang lugas.

Kunikmati kemewahan waktu 
Bersamamu

Detik demi detik berlalu
Kau di sampingku
Kupandangi dalam diam 

Waktu yang terus berlalu
Andai bisa ku bingkai
Agar tak usai
Dan malam jadi tetaplah malam.

Kunikmati kemewahan waktu
Saat situasi memaksa 
Kita berdua 

Segala kesempatan membuka diri
Memancing hati dengan segala pikiran 
dan niat keinginan.

Tapi tetaplah hati
Tetaplah hati dengan hasrat ingin menjaga
Menerbitkan lega dan bahagia
Pada akhirnya.

Hanya kemewahan waktu ini yang ingin kunikmati
Kemewahan saat denganmu
Di sisi mu 
dengan jarak hanya sejari

Kemewahan waktu ini
Kemewahan kesempatan ini
Biarlah kunikmati
Dengan cara dan jalanku
Sendiri...

Rabu, 31 Mei 2023

KITA BERHAK LELAH

Kita berhak lelah
Kita berhak lemah

Tak perlu terus menjadi gagah
Tak perlu terus menjadi megah
Tak perlu harus menjadi mewah

Perlulah sesekali menahan langkah
Meredam hasrat yang menggebah

Bukan, bukannya hendak menyerah
Bukan, bukannya hendak patah
Hanya sekadar melengah
Mendinginkan tubuh yang gerah

Kita berhak lelah
Kita berhak lemah

Maka, sejenak, berhentilah.



Senin, 08 Mei 2023

MEREKA MERAWAT LUKANYA AGAR TETAP BASAH

           Kepada dua dunia yang belum sudah 
           dan kita yang masih bergelimang
           gundah.

Mereka merawat lukanya
Agar tetap basah

Mereka merawat lukanya 
Agar tetap berdarah

Memupuk dendam
Dan amarah nan muram
Membiarkan hati tenggelam
Dalam murka teredam

Menjadikan tiap ingatan
Menjadi api yang membakar kemarahan
Mengipasi dan meniupnya hingga menyala
Menggapai atap dunia

Mengasah duka
Rasa terluka dan terhina
Menjadi senjata berbahaya

Mereka terus merawat lukanya
Merawatnya terus berdarah!

Lalu?

Apa sejuta balas dendam
Akan memanggil dia yang telah pergi untuk kembali?
Apa selaksa pembalasan akan menutup luka hingga reda laksana sedia kala?

Yang mati tetap pergi
Yang luka tetap tuna

Yang koyak tetap retak!

Mereka merawat luka
Agar tetap terbuka

Sementara kita?

Masih menganga
Sekadar mengeja
Tanpa paham makna
Tanpa paham segala 

Hanya terdera
Dalam gelora rasa berbusa
Pedih yang mengoyak-oyak jiwa

Tanpa memberi
Satu solusi
Atau
Sekadar mengurangi
Aliran darah
Yang kadung pecah!

Malah bersuka
Melihat semua aksi
Tanpa peduli pada yang mati.

Atas nama iman dan kemerdekaan
Menutup mata atas jiwa-jiwa yang regang
dianggap sebagai biaya perjuangan!

Ini harusnya tentang manusia
Yang terperangkap dalam angkara
Adu senjata yang membahana
Dari manusia-manusia durjana
Yang hanya mampu bicara
Dengan bahasa bencana.

Ini harusnya tentang manusia
Ini harusnya tentang kita!

Mereka merawat luka
Agar tetap terbuka
Meski itu luka purba
Yang semestinya bisa reda
Bersama aliran masa!









Selasa, 02 Mei 2023

KEPADA DIA YANG KITA PANGGIL GURU

                                               Untuk: Ki Hajar

Ketika di depan
Dialah yang menjadi tunjuk dan ajar
Mengarahkan dan menuntun.
Punggung tegar yang menjadi pedoman
Penerabas segala rintang 

Ketika dia di tengah. 
Dialah yang merangkul
Menjadi rekan nan membimbing
Memeluk dan menjaga
Pengarah langkah saat menyusur jalan
Penahan langkah ketika hendak tergelincir

Ketika dia di belakang
Dialah pendorong
Pemberi stimulasi dan motivasi
Memberi akselerasi
Mendorong ke titik paling tinggi
Melejitkan setiap potensi

Guru
Kaulah penerang 
Pembawa  terang
Kaulah peladen
Pengantar nampan-nampan pengetahuan
Kaulah pembaru
Pembawa kebaruan, pembaruan
Kaulah sang juru kunci
Si pembuka pintu-pintu.

Guru
Diantara semua kata di dunia
kata terima kasihlah
Yang pertama ter-eja
Keluar dari bibir-bibir yang kau jua mengajarinya
untuk selalu bersyukur dan menerima

Guru...


Kamis, 27 April 2023

KUTUKAN MANUSIA

Kesadaran adalah kutukan paling gelap yang dialami manusia.

Kita seumpama seekor semut
Tersangkut di pakaian seseorang yang pergi ke negeri yang jauh 
Terbawa tanpa bisa kembali. Lalu ketika orang tersebut sampai pada tujuannya pun kita
Bingung hendak kemana
Tercerabut dari sistem yang kita kenal
Berputar-putar di negeri yang asing
Untuk jatuh tersungkur dan mati.

Kita hanya mahluk yang terseret alur laju kekuatan-kekuatan raksasa semesta.

Tanpa posisi tawar atau kuasa mengubah segala 
 
Terkutuk oleh keadaan bahwa kita menyadari itu semua!

Seandainya jika kita tetap saja di atas pohon-pohon itu...
Seandainya jika kita tetap saja di sabana- sabana itu ...
Seandainya kita tetap saja di surga itu!

Minggu, 23 April 2023

PANAH WAKTU

Panah waktu menderu
Sejak ledakan besar
Mengembang mengikut ruang
Semesta yang melebar meraksasa
menyeret semua penumpangnya 
Menuju kemana
Kemana?

Lalu, apa itu waktu?
Kilas-kilas peristiwa
atau sekadar skena
hiruk pikuk manusia 
yang kita menulisnya,
yang berlaga
melawan entropi-nya?
 
Kita yang kelak memudar.
Kita yang lekas hilang terlupakan 
Dalam alur panah waktu
Yang melesat pesat 
Menuju kemana
Menuju kemana?




Selasa, 11 April 2023

KARAM

Maka jatuhlah
Lemahlah
Karamlah ia 
Dalam palung paling curam
dan suram

Ia hanya ingin meniada
Dalam ada yang mangada-ada

Larut dalam melankoli
Yang dilamun ombak sepi

Terlalu jauh
Untuk menempuh
Cinta sejauh
Tahun-tahun cahaya
Luruh
Di sudut bening mata

Menjadi canggung dan murung
Dalam geliat kelindan tawa
Tertinggal hanya dia
Dalam asa yang terus terluka

dan terlunta!

Maka jatuhlah.

Sabtu, 28 Januari 2023

RINDU BERADU NAFSU

Rindu beradu nafsu
Dengan sengal nafas memburu.

Aku, kamu, satu di situ
Di kamar gelap tak berlampu
Memuas dahaga cinta.

Kau masih sama
Ketika pertama ku hela
Ku bawa dalam dekap paling ganas
Paling panas.

Rindu beradu nafsu!

Menyusur gunung-gunung
Lembah-lembah 
Mengikat buhul-buhul
Simpul-simpul 
Yang nyaris terkoyak, terlepas
Membarui segenap tekad
Ikrar yang nyaris ingkar.

Di sini, di kamar sepi tak berlampu
Aku, kamu, satu.


Selasa, 24 Januari 2023

MAKA KEMATIANLAH (YANG BISA)

Jika tiada lagi yang membuat kita setara
Maka kematianlah.

Jika tak ada lagi yang membuat kita bersama, maka kematianlah.
 
Kita dihadapkan pada ujung jalan yang sama, 
tempat sepi itu! 

Jika  tak ada lagi harapan yang erat mengikat 
maka kematianlah. 

Jika tak ada lagi yang dapat membangkitkan ketakutan-ketakutan, maka kematianlah.

Hal yang paling dibenci
Hal yang paling dihindari
Hal yang paling  ditakuti

Menjadi penguat paling kuatlah.




Senin, 16 Januari 2023

SEKALI BAHAGIA SUDAH ITU...

Sekali bahagia
Sudah itu hampa 

Sekali bersuka
Sudah itu terluka

Sekali merdeka
Sudah itu lupa

Sekali sejahtera
Sudah itu bencana




Senin, 02 Januari 2023

SUNYI ADALAH DIRI

Sunyi adalah diri
Yang harus kau kalahkan
Setiap kala masa
Dengan berupa-rupa cara 
Berupa-rupa moda

dengan deru pelupaan

Kadang menang
Kadang jatuh membelingkang.

Menari-nari
Dalam arus waktu berlari
Mencari.

BERTAHAN SAJALAH.

Mencoba bertahan
Pada patahan 
Ranting dahan.

Bertahan sajalah

Ingatlah pada
ruap aroma kopi pagi hari
Notifikasi si buah hati
Senyum kecil binar mata
Rasa lega selepas dahaga


Bertahan sajalah
Berbahagialah
Dengan hal-hal yang kecil menyempil
Dengan hal-hal remeh melareh

Bertahan sajalah
Menyerah terlalu mudah
Tetap menengadah.





TANYA

bahkan dalam keadaan beginipun kau tak datang!


aku masih mencoba percaya

dengan segala asa dan harapan membeban

menjalani garis kehidupan 

dalam satu arah lurus

menjalani cabang yang ku pilih sendiri

dari banyak percabangan dan kemungkinan yang bisa terbuka


namun harapan

yang terus membius

menjadi candu pelupaan

membawa diri hanya kembali

dalam liang lubang

lubang liang


aku masih ingin percaya

masih mau percaya

namun adakah, apakah 

Kau percaya?


seribu tanya hanya dijawab dengan diam.


“Eli, Eli, Lama Sabachthani?!"


kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara