Dengan sengal nafas memburu.
Aku, kamu, satu di situ
Di kamar gelap tak berlampu
Memuas dahaga cinta.
Kau masih sama
Ketika pertama ku hela
Ku bawa dalam dekap paling ganas
Paling panas.
Rindu beradu nafsu!
Menyusur gunung-gunung
Lembah-lembah
Mengikat buhul-buhul
Simpul-simpul
Yang nyaris terkoyak, terlepas
Membarui segenap tekad
Ikrar yang nyaris ingkar.
Di sini, di kamar sepi tak berlampu
Aku, kamu, satu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar