Minggu, 24 Desember 2023

DI RIMBUN KEBUN TEH

Menatapmu
Di rimbun kebun teh
Mata bertatap,
senyum tipis terukir.

Kau jadi kontras di sana
Hijaunya daun teh 
Menjadi latar yang mengangkat
indahmu

Udara dingin sedikit berkabut
Memeluk tubuhmu, menyalakan auramu
Bersinarlah engkau dengan senyuman
Yang tak pernah lepas dari bibirmu

Kini hati memang tak seperti dulu
Dalam hasrat gebu menggebu
Rasa telah menyurut
Seiring waktu menggerus hangus

Hati ini tapi,
Masih berbisik
Mendaraskan doa dan harap
Bahwa semua belum mencapai nol
Bahwa masih ada asa tersisa
walau hanya sebesar zarah
yang berpendar lemah
Sembari menata 
Degup jantung yang hilang irama

Mata ini tapi,
Masih terus berusaha 
Mengirimkan getar gelombang rasa
Sinyal yang bengal
Biar mungkin takkan pernah tiba
hilang terpental
luruh di udara
Sembari merekam 
dengan ketakjuban
keindahan sempurna
milik-Nya

Di rimbun kebun teh
Aku menatapmu rindu 
...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara