Kamu mengharapkannya
Sedang aku mengharapkanmu
Kau lari mengejarnya
Aku lari mengejarmu
Dan kita jatuh dalam lingkaran
Yang berputar beredar
Di garis lintas itu itu jua
Bisakah kau berhenti sejenak
Melihat ke arahku?
Meskipun aku tahu
kau adalah aku
dengan persamaan sikap kita
yang tak pernah mau menyerah
juga mengalah
dalam perjuangan mengharapkan
yang kita cinta?
Bisakah aku sejenak
memalingkan wajah
dari menatapmu,
yang melaju di depanku,
memikirkan, menyadari
bahwa takkan pernah ada cinta untukku
darimu?
Bisa kah kita keluar dari lingkaran
Sebuah alur berputar melingkar
Menjadi kutukan yang mengular
tak pernah henti
berulang dalam pola yang sama?
Jawabku tidak!
Karena aku tetap ingin berperang
Melawan takdirku sendiri
Meski kekalahan sudah menanti
Di depan mata.
...
Aku masih begini mengharapkanmu
Seperti kau masih begitu mengharapkannya
...dan kita masih terjebak
di ruang bimbang masing-masing...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar