Yang setia menunggu
Menunggu waktuku
Menunggu
Di muka pintu
Pintu mu
Pintu
Yang tak jemu
Ku ketuk
Dengan ketukan yang lembut
Nan lirih
Tanpa gesa
Namun juga
Tanpa jeda
Dengan cara
Sederhana
Pintu itu
masih menutup
Tanpa sedikit celah
Untuk melihat.
Aku lelaki
Masih setia menunggu
Menunggu waktuku
Menunggu pintumu
Terbuka.
Untuk kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar