Kepada dua dunia yang belum sudah
dan kita yang masih bergelimang
gundah.
Agar tetap basah
Mereka merawat lukanya
Agar tetap berdarah
Memupuk dendam
Dan amarah nan muram
Membiarkan hati tenggelam
Dalam murka teredam
Menjadikan tiap ingatan
Menjadi api yang membakar kemarahan
Mengipasi dan meniupnya hingga menyala
Menggapai atap dunia
Mengasah duka
Rasa terluka dan terhina
Menjadi senjata berbahaya
Mereka terus merawat lukanya
Merawatnya terus berdarah!
Lalu?
Apa sejuta balas dendam
Akan memanggil dia yang telah pergi untuk kembali?
Apa selaksa pembalasan akan menutup luka hingga reda laksana sedia kala?
Yang mati tetap pergi
Yang luka tetap tuna
Yang koyak tetap retak!
Mereka merawat luka
Agar tetap terbuka
Sementara kita?
Masih menganga
Sekadar mengeja
Tanpa paham makna
Tanpa paham segala
Hanya terdera
Dalam gelora rasa berbusa
Pedih yang mengoyak-oyak jiwa
Tanpa memberi
Satu solusi
Atau
Sekadar mengurangi
Aliran darah
Yang kadung pecah!
Malah bersuka
Melihat semua aksi
Tanpa peduli pada yang mati.
Atas nama iman dan kemerdekaan
Menutup mata atas jiwa-jiwa yang regang
dianggap sebagai biaya perjuangan!
Ini harusnya tentang manusia
Yang terperangkap dalam angkara
Adu senjata yang membahana
Dari manusia-manusia durjana
Yang hanya mampu bicara
Dengan bahasa bencana.
Ini harusnya tentang manusia
Ini harusnya tentang kita!
Mereka merawat luka
Agar tetap terbuka
Meski itu luka purba
Yang semestinya bisa reda
Bersama aliran masa!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar