Senin, 08 Mei 2023

MEREKA MERAWAT LUKANYA AGAR TETAP BASAH

           Kepada dua dunia yang belum sudah 
           dan kita yang masih bergelimang
           gundah.

Mereka merawat lukanya
Agar tetap basah

Mereka merawat lukanya 
Agar tetap berdarah

Memupuk dendam
Dan amarah nan muram
Membiarkan hati tenggelam
Dalam murka teredam

Menjadikan tiap ingatan
Menjadi api yang membakar kemarahan
Mengipasi dan meniupnya hingga menyala
Menggapai atap dunia

Mengasah duka
Rasa terluka dan terhina
Menjadi senjata berbahaya

Mereka terus merawat lukanya
Merawatnya terus berdarah!

Lalu?

Apa sejuta balas dendam
Akan memanggil dia yang telah pergi untuk kembali?
Apa selaksa pembalasan akan menutup luka hingga reda laksana sedia kala?

Yang mati tetap pergi
Yang luka tetap tuna

Yang koyak tetap retak!

Mereka merawat luka
Agar tetap terbuka

Sementara kita?

Masih menganga
Sekadar mengeja
Tanpa paham makna
Tanpa paham segala 

Hanya terdera
Dalam gelora rasa berbusa
Pedih yang mengoyak-oyak jiwa

Tanpa memberi
Satu solusi
Atau
Sekadar mengurangi
Aliran darah
Yang kadung pecah!

Malah bersuka
Melihat semua aksi
Tanpa peduli pada yang mati.

Atas nama iman dan kemerdekaan
Menutup mata atas jiwa-jiwa yang regang
dianggap sebagai biaya perjuangan!

Ini harusnya tentang manusia
Yang terperangkap dalam angkara
Adu senjata yang membahana
Dari manusia-manusia durjana
Yang hanya mampu bicara
Dengan bahasa bencana.

Ini harusnya tentang manusia
Ini harusnya tentang kita!

Mereka merawat luka
Agar tetap terbuka
Meski itu luka purba
Yang semestinya bisa reda
Bersama aliran masa!









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara