Kamis, 22 Desember 2022
LAGi GILA LAGI
Jumat, 16 Desember 2022
CINTA TERAKHIR
ini cinta terakhir
tak akan ada yang lain
tertutup pintu ini
selama-lamanya
aku sudah lelah
bermain dengan hati
bermain rasa
yang kuhela
tanpa jua
berujung bahagia
cinta yang ku puja
cinta yan ku damba
tak pernah memberi
selain luka
ini cinta terakhir
langkah terakhir
sepi yang akan selalu menemani
Sabtu, 10 Desember 2022
YANG SEHARUSNYA SUDAH TERTUTUP MEMANG HARUS TERTUTUP
yang seharusnya sudah tertutup memang harus tertutup
tak perlu diketuk, digedor atau dibuka paksa
ini tanda untuk berhenti
tak perlu memaksa diri
yang seharusnya sudah berakhir memang harus berakhir
ini yang terakhir
air mata tak perlu jatuh
walau memang ada perih
mengiris-iris
di jantung
hati yang nyeri sekaligus sepi
air mata sudah habis
seiring tangis terakhir
seiring harapan yang akhirnya padam.
seiring cahaya memudar
yang seharusnya sudah tertutup memang harus tertutup
tertutup selama-lamanya.
Jumat, 09 Desember 2022
SURAT CINTA TANPA KATA CINTA
bahkan dalam sentuhan kalimat-kalimatnya
kata cinta tak terbaca
hanya
luka
menganga
digurat tinta
pada
selembar kertas fana
yang memenjara
Sabtu, 26 November 2022
MATA YANG BERDOSA
mata yang diam-diam menatap
mata yang diam-diam mencerap
mata yang diam-diam mengharap
hati yang lelah
hati yang begah
ini cinta tak sampai di ujung lidah
ini cinta tak sampai di telinga yang terjela
ini cinta hanya mendekam muram di hati
mata yang berdosa
mencuri setiap peristiwa
yang berkelindan di sekitarnya
hati yang karam berjelaga
dalam rindu yang kronis kritis
mata dan hati yang merindu
kepadamu
Rabu, 23 November 2022
PUISI YANG MATI DI PAGI HARI
Oleh tersebab permainan
kata yang tak berujung pangkallah puisi mati tadi pagi. Ia mati sendiri. Tak
ada yang menemani kecuali secarik sepi. Tak banyak yang melayat kecuali
orang-orang tua dan pemuda-pemuda putus asa. Orang-orang sudah lebih dahulu muak. Menyumpahinya agar
cepat-cepat mati. Ya, sebelumnya puisi telah kehilangan tangan dan kaki.
Kini, nyawanya yang pasi.
Pemakaman dilakukan hari
itu juga setelah zuhur yang lembur. Doa di pimpin langsung oleh uztad yang
khianat. Wajah-wajah peziarah jadi satu dalam ekspresi. Menyembunyikan tawa
nganga dalam duka yang gila. Semua berlalu tanpa tangis, jangan lagi raung.
Kini hanya tinggal makam
yang sepi. Entah apa yang terjadi di balik gundukannya.
17
april 2008
KELAK
kelak mungkin saja lembarlembar penapena ini habis cerita, denyut degup jantung hidup.
kelak lembarlembar, penapena ini pasti binasa. meninggalkan nisan bergurat kata-kata, bergurat perbuatan.
kelak semoga segala pedang, bedil, pisau sangkur terkubur lebur hancur. hingga tiada gerah resah menggebah amarah.
kini, jiwaraga masih tercekik, tersesat dalam lembarlembar sastra, entah kapan bisa keluar, berkobar, bersinar.
kini, ku coba hela jiwa menyongsong edisi baru. mungkin masih tetap penuh luka, penuh nganga, penuh air mata.
kini, ku coba siapkan warisanku, kebanggaanku, peradabanku!
23 feb/1 juli 2008/24 nov 2022
ODE KEPADA SENJA
I
Senja, campuran warna-warna, telah menyulut
horison
sebelah barat jadi
pameran lukisan maha agung.
Burung-burung yang
pulang menjadi siluet, tinta hitam yang menebal tepian. Azan mengambang diantara
rumah, gedung-gedung dan pikuk kendaraan lalu lalang.
II
Senja punya sidik jari
sendiri. Berbeda setiap hari.
Seolah punya ciri. Ia merayap begitu cepat.
Sebuah kilas dalam dimensi keempat. Ligat tanpa sekat. Berebut dengan malam yang
menunggu giliran mengganti tempat.
III
Selalu senja yang jadi sumber inspirasi, luah
kepedihan atau sekadar hamparan takjub. Segala perih, letih, jerih, tawa,
nganga, luka, suka menemu konklusi sementara sebelum melangkah lebih lanjut.
IV
Senja seakan mengekalkan misteri. Sebuah perhentian
sejenak sebelum kembali berjalan (dan diseret) bersama waktu. Senja adalah
sebuah tepian, pantai dari lautan malam yang gelap, segelap namanya. Tepian yang harus segera ditinggalkan atau bakal digilas
keadaan, kenyataan.
V
Dan waktu tetap berderap. Berderap dalam putaran
kerap. Berderap begitu saja untuk menjemput senja berikutnya dengan segala
cerita yang berbeda di sekujur peristiwa.
Senin, 14 November 2022
MERAPUH
sekali kala
sekali masa
ingin jatuh merapuh
ingin jatuh terunduh
berbaring meringkuk di pangkumu
laksana bayi dalam rahim yang bisu
melepas segala bungkus baju-baju.
membuka segala topeng
koreng meloreng
meletakkan segala beban
menurunkan semua bawaan
meninggalkan di luar ruangan
sekadar kita berdua
berlupa dari dunia
dalam hening malam temaram.
Senin, 17 Oktober 2022
Selasa, 11 Oktober 2022
RISE AND FALL (JATUH DAN BANGUN)
menangislah
berteriaklah
meraunglah
setinggi langit
jatuhlah
lemahlah
rebahlah
serendah tanah
tapi kemudian
bangkitlah
tegaklah
karena itulah hidup manusia
jatuh bangun
kalah menang
naik turun
pasang surut
tinggalkan liang air mata
tinggalkan lubang kata-kata
jalan ini panjang tak lengang
jalan ini panjang tak selenggang
maka
bangkitlah
tegaklah
berjalanlah kembali
mengarungi beribu tanya
menganga di depan mata
kembalilah
Senin, 03 Oktober 2022
PAGI HARI SEORANG GURU
Rabu, 21 September 2022
LELAKI TERSEPI DI JAGAD RAYA
Jumat, 09 September 2022
WAKTU DAN AKU (1)
waktu
mengambil satu-satu
hanyut terdera
dalam gesa tak berjeda
tak bertunda
menuju
pada maut yang tak berpintu
yang tak mau bersekutu
menggerus kenangan
sampai habis tanpa alasan
waktu tak peduli
waktu yang menyimpan janji...
Senin, 04 Juli 2022
MENGAPA?
Rabu, 22 Juni 2022
WAHAI TUHAN DARI SEMUA AGAMA...
wahai tuhan dari semua agama
dari segala dharma
yang masih ada
dan pernah ada
di seluruh dunia
saya, manusia
hanya ingin meminta
dengan segala asa dan rasa
tolong saya
bukakan hatinya
luruskan hatinya
arahkan dia
kepada saya
saya cinta padanya
saya inginkan dia
saya perlukan dia
jadikan dia cahaya
pada mata yang leta
mata yang lena
penuntun pada cinta
pelurus pada dharma
pembalas mulia
pada karma
wahai tuhan dari semua agama
tolong saya.
Kamis, 16 Juni 2022
PEMILIK HATI ITU
Senin, 14 Februari 2022
YANG PALING NYERI ADALAH ADALAH RASA...
yang paling nyeri
adalah sepi
yang tak lagi mengobati
tak jadi tempat lari
juga sembunyi
kalah menggebah
getir memelintir
jarak membentang
sejarak setahun cahaya!
asa meranggas
gugur satu persatu
getar dan debar menyayu
sungguh, cahaya senja meredup
berganti kegelapan yang menelan
yang paling nyeri itu
adalah harap yang menemu pengap!
Kamis, 10 Februari 2022
"SELAMAT DATANG KEMBALI"
kosong hampa Lazuardi tanpa makna melahirkan lara
-
hati yang dibakar cemburu merah membara bahangnya terasa hingga ke dada hati yang dibakar cemburu menyala-nyala di segenap ruang jiwa mem...
-
bintang kecil genit di langit mengerdipkan manjanya kepadaku yang membuka jendela adakah harap yang dikerlipkan sinarnya? apakah cinta yan...
-
aku hanya ada sekadar ada sebatang tubuh yang lengang menatap lancang dari balik jendela aku hanya ada sekadar ada sebatang tubuh bernafas ...