Ketika terpandang potretmu
Wajah yang tak mampu dilupa
Senyum yang selalu dipuja
lagi gila lagi
Ketika menyadari
Cinta ini tak terbagi
Hanya untuk diri sendiri
Dia tak Sudi
Bahkan Sekadar menanggapi
Jatuh
Lagi gila lagi
Pada relung yang murung
Hati jauh terkurung
Semakin jauh
Semakin jatuh
Semakin luruh
Lagi gila lagi
Benak tak hendak
Menerima fakta yang mendepak
waktu yang tunak
Lagi gila lagi
Lagi gila lagi
Cinta tinggal sepenggal
Dalam perih kian menebal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar