Senin, 03 Oktober 2022

PAGI HARI SEORANG GURU

Matahari di ufuk timur,
merekah membelah
awan awan hujan yang dingin.

Di pagi yang dini
saat semua masih berdekap lelap
terjagalah dia.
Membasuh jiwa raga
dengan air dingin membeku
membuka pintu
memulai hari baru.

Melaksanakanlah dia kewajiban-kewajibannya
Membagi jatah waktu yang telah diberi
sebagai manusia 
juga sebagai pendidik anak bangsa

Mendidik, mengajar
memberi tunjuk dan ajar
kepada putra-putri bangsa
penerus, penerang masa 
dibalur segenap harap
untuk hidup yang lebih mapan 
di masa depan!

Kadang ada jua lelah mendera
kadang ada jua lemah melanda
muak dengan segala rutinitas yang menjejas
jemu dengan alur itu-itu!
penuh aral melintang
penuh tantang menjelang
dari masa yang kian berubah
dari zaman yang kian menggebah
pola-pola baru yang  maju menggebu.

Namun, segala lelah segala lemah
segala muak segala jemu
harus disimpan dulu
Karena, tugas tetap menunggu
karena tugas slalu menderu!

Mengemasi diri
mengemasi hati
melangkahlah dia menegakkan wajah
menuju ke sekolah

Meninggalkan segala lelah, lemah, muak dan jemu
menyongsong wajah-wajah ceria
murid-murid tercinta

Matahari pun semakin cerah
secerah hati sang guru
memulai hari yang baru!






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara