kelak mungkin saja lembarlembar penapena ini habis cerita, denyut degup jantung hidup.
kelak lembarlembar, penapena ini pasti binasa. meninggalkan nisan bergurat kata-kata, bergurat perbuatan.
kelak semoga segala pedang, bedil, pisau sangkur terkubur lebur hancur. hingga tiada gerah resah menggebah amarah.
kini, jiwaraga masih tercekik, tersesat dalam lembarlembar sastra, entah kapan bisa keluar, berkobar, bersinar.
kini, ku coba hela jiwa menyongsong edisi baru. mungkin masih tetap penuh luka, penuh nganga, penuh air mata.
kini, ku coba siapkan warisanku, kebanggaanku, peradabanku!
23 feb/1 juli 2008/24 nov 2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar