Rabu, 27 Oktober 2021
KAU DI MANA?
Rabu, 20 Oktober 2021
SUDAHLAH
Selasa, 19 Oktober 2021
UNTUK KU (Bukannya cinta harusnya...)
Rabu, 13 Oktober 2021
AIR MATA
air matamu
jadi manik-manik
di pelataran jiwa ku
yang lengang
ada cerita
yang tak terucap di sana
angan
angin
labur luruh
bersama isakmu
perlahan
nyata
jadi bisa
di hati ku yang hampa
sudahilah air mata
juga deru kata-kata
aku lelakimu
yang bersiap mengusap pesat
segala sedu sedan sedihmu!
SAYUP SEPI JANJI
jadi sayup sepi di sini
"apa?! segala sepi?!"
tak ada yang menemani
waktu membilur biru
malam dan anginnya yang dingin menempeleng
berkerendap kilat di kejauhan
menggumam, guntur menggeram
hanya itu
tapi jiwa gemetar!!!
jadi sayup di sini
bergelimang sepi
"apa?! segala janji?!"
hati mati menunggu janji.
MALAM GERAH
"aku begitu kosong kini..."
di malam yang gerah
dan bulan yang memancar resah
adinda terbayang
di tiap sudut hasrat jiwa
yang terjebak, terkapar dan sepi
cintaku hanya pelabuhan gelap
tak berlampu
sepi dari suka dan teriakan kelasi
yang menjejak langkah
aku terkurung bisu
dari hati yang mengucapkan selamat datang
di angin mati dan laut diam
aku berbisik lirih....
TIADA LAGI
tiada lagi.
senja muram
sisa-sisa hujan
basah dan sayup
tiada lagi.
angin meniup tajam
murung memeluk
hati berkelana di lorong gelap
tiada lagi.
langkah menapak
melewati sudut-sudut gelap
dan becek
kesedihan mengapung
tiada lagi.
senja ini membunuhku
perlahan
BINTANG KECIL
bintang kecil
genit di langit
mengerdipkan manjanya
kepadaku yang membuka jendela
adakah harap
yang dikerlipkan sinarnya?
apakah cinta
yang di ajuk sejuknya?
bintang kecil
senyam senyum sendiri
di sini
di bumi manusiaku
aku memandangnya dengan gemas.
JANGAN RANTAI-RANTAI ITU...
jangan rantai-rantai itu kau kalungkan ke leherku. sayangku, tiada guna tubuh indah terdedahmu kau biarkan, melancarkan diri mencari pelukan hangat.
bukan, bukan kurang indah, tapi pelayar hidup ini ingin pijak dunia, melayari tiap ujung laut, mencecapi tiap rasa gelombang, mencari makna dan nada.
jangan, jangan kau kalungkan kecup, peluk cucup.
aku kan kembali -mungkin?-
sebelum senja tenggelam
dan malam jadi semakin malam
24 maret 2001
TERTATIH
tertatih langkah menapak
di tanah kering meretak
tanya mengoyak benak
mengapa, ada apa?
langkah lirih terhenti
wajah menyimpan cerita
galur-galur cemas terbaca
di dada
ya, di dada
menyeruak segenap rasa
menggelegak segala rupa
aku ingin jadi lelaki yang mampu membalut semua luka
aku ingin jadi lelaki yang mampu memanggul beban dunia
aku ingin jadi lelaki yang mampu membasuh semua air mata
aku ingin jadi lelaki yang ada
meng-ada disetiap massa luka menganga
meng-ada selalu di sampingmu
aku ingin jadi lelaki...
tertatih langkah menapak
di tanah kering meretak...
Kamis, 07 Oktober 2021
AKU HANYA ADA
aku hanya ada
sekadar ada
sebatang tubuh yang lengang
menatap lancang
dari balik jendela
aku hanya ada
sekadar ada
sebatang tubuh bernafas
di kamar sempit menjejas
hujan mecerat
dingin menjerat
aku hanya ada
di dunia menggila
dengan segala luka nganga
nyata terpeta
sekedar menjalani
putaran
ikalan
jeratan
kutukan
Rabu, 06 Oktober 2021
KOSONG!
SERIBU BINTANG
Sabtu, 02 Oktober 2021
INI HANYA LANGKAH...
kosong hampa Lazuardi tanpa makna melahirkan lara
-
hati yang dibakar cemburu merah membara bahangnya terasa hingga ke dada hati yang dibakar cemburu menyala-nyala di segenap ruang jiwa mem...
-
bintang kecil genit di langit mengerdipkan manjanya kepadaku yang membuka jendela adakah harap yang dikerlipkan sinarnya? apakah cinta yan...
-
aku hanya ada sekadar ada sebatang tubuh yang lengang menatap lancang dari balik jendela aku hanya ada sekadar ada sebatang tubuh bernafas ...