RINDU
(I)
bathin jiwa ku yang kosong
akhirnya berteriak kalah
“aku rindu
dikau...!!”
keangkuhan dan rajanya
meletakkan pedang
mengajak gencatan
senjata
engkau membuatku rindu
pada kemanusiaanmu yang
kotor tapi wajar
“kata rayu toh tak jadi
puisi untukmu...”
aku mengutuk pelan
pada keperkasaanmu
dan langit biru yang
buram oleh mendung
cinta yang katanya indah
anak bandel yang
memecahkan gelas!
disini
diperasaan usangku yang
sepi.
30 maret 2000
Tidak ada komentar:
Posting Komentar