Senin, 02 Maret 2020

PURNAMA (2)



PURNAMA (2)
buat M
yang menggetarkan dawai- dawai

sudah waktunya
kutuliskan puisi
untukmu
tentangmu
bukan tentang perasaan-perasaan ku.

Kau begitu indah di mata ku
segalanya terlihat rancak
pantas didirimu

semampai garis tubuhmu
terbungkus dalam gaya dan warna
yang bersahaja namun terasa padu

wajah yang teduh
mewakili pribadi yang lembut dan tenang

tatapan dan senyuman
yang tak bisa ku jelaskan dengan bahasaku

aku hanya lelaki biasa
mahluk visual yang selalu tertarik pada kecantikan

aku juga belum mengenalmu secara pribadi

tapi, entahlah
bagi ku kau lebih dari semua itu

kaulah purnama
yang menerangi kegelapan malam
menerangi tanpa harus memanasi
tanpa harus membakar

akulah pungguk tua
yang menulis puisi dalam kegelapan
sambil berharap mukzizat

purnama turun kebumi!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara