PURNAMA (2)
buat M
yang
menggetarkan dawai- dawai
sudah waktunya
kutuliskan puisi
untukmu
tentangmu
bukan tentang
perasaan-perasaan ku.
Kau begitu indah di
mata ku
segalanya terlihat
rancak
pantas didirimu
semampai garis
tubuhmu
terbungkus dalam gaya
dan warna
yang bersahaja namun
terasa padu
wajah yang teduh
mewakili pribadi yang
lembut dan tenang
tatapan dan senyuman
yang tak bisa ku
jelaskan dengan bahasaku
aku hanya lelaki
biasa
mahluk visual yang
selalu tertarik pada kecantikan
aku juga belum
mengenalmu secara pribadi
tapi, entahlah
bagi ku kau lebih
dari semua itu
kaulah purnama
yang menerangi
kegelapan malam
menerangi tanpa harus
memanasi
tanpa harus membakar
akulah pungguk tua
yang menulis puisi
dalam kegelapan
sambil berharap
mukzizat
purnama turun kebumi!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar