PADA SATU TITIK DI KOTA YANG
RESAH
Buat : A
akhirnya
pada
satu titik di kota yang resah ini
kita
bertemu.
kesibukan
jadi monster yang paling gila
mengunyah
waktumu, waktuku.
alat
komunikasi
jembatan
dunia ini
di
penjara oleh hati yang meragu.
kau
masih seperti dulu. cantik.
seperti
saat cinta membelai-belai hati.
entah
apa yang berdetak di dada kita
tak
pernah terungkap
karena
aku terlalu takut
bahkan
untuk bertanya pada hatiku.
wajah
mu masih datar
seperti
cermin yang pantulkan
bayangan
wajahku sendiri.
belum
juga terjawab
yang
berkisar
di
pikiran paling dalam
paling
hitam.
Mei 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar