Senin, 02 Maret 2020

PADA SATU TITIK DI KOTA YANG RESAH


PADA SATU TITIK DI KOTA YANG RESAH
Buat : A



akhirnya
pada satu titik di kota yang resah ini
kita bertemu.
kesibukan jadi monster yang paling gila
mengunyah waktumu, waktuku.
alat komunikasi
jembatan dunia ini
di penjara oleh hati yang meragu.
kau masih seperti dulu. cantik.
seperti saat cinta membelai-belai hati.
entah apa yang berdetak di dada kita
tak pernah terungkap
karena aku terlalu takut
bahkan untuk bertanya pada hatiku.
wajah mu masih datar
seperti cermin yang pantulkan
bayangan wajahku sendiri.
belum juga terjawab
yang berkisar
di pikiran paling dalam
paling hitam.


Mei 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara