Senin, 02 Maret 2020

PURNAMA

buat: M


wajahmu adalah purnama yang menyala
diantara tebar kibar jilbabmu

terlalu indah untuk dilewatkan
walaupun harus bertaruh ribuan kemungkinan

ku tundukkan pandang, tapi
tak urung ku intip jua lengkung senyum dan tatapan mata
dalam sekian detik yang menyiksa

aku sudah terlalu tua untuk ini semua
tak jua belajar dari pengalaman-pengalaman lama
tentang bulan yang ditutupi awanawan kemarin

aku terlalu nista 
untuk mulai menggedor-gedor jendela
seorang dara yang terlalu muda

tapi apalah aku
apalah perasaan – perasaan ini
yang menggerogoti benak
memain-mainkan emosi
dengan perasaan itu-itu juga 
yang tak pernah mampu ku mengerti misterinya

engkau adalah purnama
yang bercahaya dalam indahmu

ku simpan 
garis demi garis 
detil demi detil wajah
ku lukis dan ku bingkai
lalu ku pajang dalam ingatan

engkau adalah purnama.



9 November 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara