Yang terlalu lelah bertempur
Meletakkan segala senjata
Asa, harap, sebangsanya
Kembali menyerah kalah
Pada takdir yang gagah
Kini diri hanya patuh
Menatap dari jauh
Segala riuh menggemuruh
Mengemasi diri
Merawati luka hati
Sembari meniti
Jalur pergi
Semua sudah mendekati akhir
Pintu jendela telah
Rapat dikunci
Berhenti berpaling
Menatap lagi ke depan
Sisa jalan yang kian dekat
Kian rapat
Dengan maut yang menyambut
menjemput!
Belajar dan terus belajar
Untuk mencinta tanpa memiliki
Karena sesegala yang ada
Bukan pula punya kita...
Belajar mencintai tanpa memiliki
Belajar melepas
Karena cinta
Mungkin tak pernah mungkir
Mungkin tak kenal akhir
...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar