Kamis, 27 Juni 2024

HARI BIASA

Menghapus dan menulisnya 
Lagi dan lagi
Pesan-pesan yang tak pernah terkirim 

Menahan degupan di dada
Laksana genderang hendak perang
Ketika tanpa sengaja
Tertekan juga tombol kirim

Berlaga dengan rasa
Meminta maaf atau biarkan saja?

Menatap dalam diam 
Seraut wajah
Seraya berharap kemungkinan terindah menjamah

Berlaga dengan rasa
Apa harus diam atau dikatakan?

Ternyata kita pernah selugu itu
Berdiang dalam hangatnya cinta
Yang begitu manja tapi sederhana
Mewarnai segala rasa

Ternyata kita pernah sesalah itu
Menghayati cinta secara luar biasa
Laksana gelora
rasa yang nyala menyala

Namun, betapa dahsyatnya waktu
Meninggalkan itu semua
Dalam liat ligatnya yang mendudu maju
Meninggalkan semua 
Jadi hanya sekadar bekas, berkas kenangan yang takkan mungkin bisa diulang.

Dulu, itu hanya hari biasa
Diantara hari-hari biasa lainnya
Berhias gelak dan canda 
Tanpa banyak berpikir tentang
makna dan hakikat

Hidup hanya sederhana
Bersahaja mengikut alurnya.

Namun, betapa dahsyatnya waktu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara