Sabtu, 01 Juni 2024

LUKA INI

Luka ini 
Seperti luka-luka 
Yang telah biasa kurawat
Di hati yang penuh bekas
bilur dan galurnya.

Semua bisa ku rawat 
Semua biasa ku ruwat
Biar perih tertimpa air mata

Luka ini 
Hanya menambah kumpulan lain 
dari berbagai luka yang tertinggal 
Selaras alur masa

Yang paling pedih
Yang paling perih
Dan paling sedih 
Adalah ketika menyadari 
Bahwa semua luka
Berasal dari sebab musabab
Yang sama.  

Luka ini
Ku balut
Ku rawat
Ku ruwat
Sendiri

Biar perih 
Tersiram air mata
Yang fana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara