Seperti luka-luka
Yang telah biasa kurawat
Di hati yang penuh bekas
bilur dan galurnya.
Semua bisa ku rawat
Semua biasa ku ruwat
Biar perih tertimpa air mata
Luka ini
Hanya menambah kumpulan lain
dari berbagai luka yang tertinggal
Selaras alur masa
Yang paling pedih
Yang paling perih
Dan paling sedih
Adalah ketika menyadari
Bahwa semua luka
Berasal dari sebab musabab
Yang sama.
Luka ini
Ku balut
Ku rawat
Ku ruwat
Sendiri
Biar perih
Tersiram air mata
Yang fana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar