Di suatu masa
Dimana hukum dipunggungi
Di belakangi?
Ingatkah pada suatu hari
Dimana moral dilupakan
Dicampakkan
Dipinggirkan
Diabaikan?
Ingatkah pada suatu hari
Dimana langit digelapkan
Ditutupi asap-asap hitam
dari segala apa yang bisa dibakar, terbakar
Sehingga orang-orang menjadi berani
Seolah Tuhan telah dibutakan
oleh debu dan jerebu yang menyesak udara
Seolah Tuhan telah merestui
Segala gerak dan tindakan.
Ingatkah suatu hari
Dimana segala iri dengki dibebaskan
Segala amarah dilepaskan
Segala dendam dilampiaskan
Segala nafsu dipuaskan
Segala aparat dan penjaga
Pengayom dan pelindung
Seolah buta
Memalingkan pandang
Memunggungi
Membiarkan api menyala membakar
Menghanguskan apa saja
Siapa saja.
Ingatlah dihari hukum dipalingkan
Justisia dihempaskan ditanah berlumpur
Dengan mata masih terbebat
Namun tangan erat terikat
Diruda paksa
Tanpa peduli suaranya yang meraung-raung
Diselingi rintih kesakitan
Ingatkah saat itu?
Atau kau belum lahir
Lalu menganggap semua
Hanya sekadar cerita orang-orang tua
Tinggal cerita lama?
Ingatkah kita?
Semoga ingatan itu tetap ada
Biar pedih perih menyakiti
Sebagai pengingat
Sekaligus doa
Untuk yang jatuh, terbunuh
Atau rapuh dalam trauma yang tetap selalu ada
Sekaligus doa
Agar tragedi perih ini takkan pernah
Terulang lagi.
Entah sekarang
Entah di masa akan datang
Ingatkah?
Ingatlah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar