Rabu, 03 April 2024

HARI TANPA HUKUM, HARI TANPA MORAL

Ingatkah pada suatu hari
Di suatu masa
Dimana hukum dipunggungi 
Di belakangi?

Ingatkah pada suatu hari
Dimana moral dilupakan
Dicampakkan
Dipinggirkan
Diabaikan?

Ingatkah pada suatu hari
Dimana langit digelapkan
Ditutupi asap-asap hitam
dari segala apa yang bisa dibakar, terbakar
Sehingga orang-orang menjadi berani
Seolah Tuhan telah dibutakan
oleh debu dan jerebu yang menyesak udara
Seolah Tuhan telah merestui
Segala gerak dan tindakan.

Ingatkah suatu hari
Dimana segala iri dengki dibebaskan
Segala amarah dilepaskan
Segala dendam dilampiaskan
Segala nafsu dipuaskan

Segala aparat dan penjaga 
Pengayom dan pelindung
Seolah buta
Memalingkan pandang
Memunggungi

Membiarkan api menyala membakar
Menghanguskan apa saja
Siapa saja.

Ingatlah dihari hukum dipalingkan
Justisia dihempaskan ditanah berlumpur
Dengan mata masih terbebat
Namun tangan erat terikat
Diruda paksa
Tanpa peduli suaranya yang meraung-raung 
Diselingi rintih kesakitan

Ingatkah saat itu?
Atau kau belum lahir
Lalu menganggap semua 
Hanya sekadar cerita orang-orang tua
Tinggal cerita lama?

Ingatkah kita?

Semoga ingatan itu tetap ada
Biar pedih perih menyakiti
Sebagai pengingat
Sekaligus doa 
Untuk yang jatuh, terbunuh
Atau rapuh dalam trauma yang tetap selalu ada

Sekaligus doa
Agar tragedi perih ini takkan pernah
Terulang lagi.

Entah sekarang
Entah di masa akan datang

Ingatkah?
Ingatlah!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara