Minggu, 17 Maret 2024

SAAT SENJA MENJELANG DAN AKU MASIH BERDIRI DI SiMPANG

Saat senja menjelang
dan aku masih berdiri di simpang
jalan yang bercabang-cabang

Di ambang rembang petang
Mentari mulai hilang
Kegelapan menjelang
Menjemput malam yang
Hendak datang

Namun masih di sini aku
Di jalan simpang yang bercabang-cabang

Kaki membatu
Langkah beku
Sementara senja
Jadi semakin tua

Disaat senja menjelang
Saat orang beranjak pulang
Mengemasi sisa-sisa pekerjaan
Mengumpulkan sisa-sisa perbuatan
Membersihkan sampah-sampah
Membereskan remah-remah 
Dengan hati penuh riang
Tanpa bimbang

Tapi Aku di sini
Masih berdiri
Di simpang
Di ambang rembang petang

Ragu dengan pencarian-pencarian
Beku dalam pemikiran-pemikiran 

Jumud dalam resah nan begah












Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara