Dengan keliyanannya
Perempuan selalu membuatku lupa
Dengan keindahan rupa dan pesona
Perempuan seanggun aliran air*
Yang mengalir turun
Melewati lereng-lereng
Dari mata air abadi di puncak bukit
Aku terlanjur jatuh hati
Pada tiap gerak dan tutur kata
Tatap nan teduh
Senyum nan luluh
Bius yang mengalir dalam darah
Perempuan selalu melenakan
Dengan lembut sikap semestinya.
Binar pada mata yang juga tersenyum
Saat bibir tipisnya memekar tawa
Aku selalu mabuk
Dalam keindahan
Tanpa peduli atau sadari
Mungkin ada air mata tersembunyi
Mungkin ada sakit di hati
Hanya menatap dari luar
Yang mungkin ada luka di menganga
Yang ditutupi senyum dan tutur bahagia
Bukankah perempuan adalah
pelakon terbaik?
Pemain peran luar biasa
Menampilkan apa-apa yang berbeda
Dari apa yang tersimpan di dada,
di lubuk jiwa?
Perempuan selalu membuatku lupa dengan keliyanan dan kecantikannya.
Membuat lupa, membuat mabuk
Mabuk cinta!
* Dari Belantara, Liu Cixin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar