Yang di gaung-gaungkan
Dalam deras daras doa
setiap hari
Kau adalah api
Yang menghangati
menyalakan hati
Yang hendak mati
Kau adalah mimpi-mimpi
Yang lahir dalam sepi
Jauh dari bau birahi
Kau adalah cinta
Yang paling nyata
Diantara semua
yang fana dan tak bermaya
Kau adalah kidung indah
yang terdengar
Lagu merdu mendayu
Mengelus-elus hati
Dengan nada dan puisi
Kau yang membuka kembali
Pintu asa dan jendela
Rumah tua yang terlunta
Di relung jiwa
Namun
Kau juga
Yang kembali mengoyak luka
Dalam alur sejarah
Dan tema percintaan
itu-itu saja
Kau torehkan luka
Di atas luka lama
Menambah silang menyilang berbilangnya
Berbumbu duka dan air mata...
Namun semua
Pada akhirnya
Aku juga yang salah
Aku juga yang lemah
Aku juga yang guyah
Tak mampu jua
Menggoreskan cinta
Mewarnai jiwa
Dengan rasa
Senantiasa
Bersikap seadanya
Tanpa kesan dan pesan
Yang mendalam
Yang menggenggam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar