Kamis, 29 April 2021

PADA SEBUAH KAPAL*

                                                                                                                      

pada sebuah kapal

di tengah dingin dini hari.

dalam hening penumpang tertidur

dalam gelap yang hinggap membekap

kita berpeluk tubuh

bibir bertemu bibir

bergelut memagut 


cinta menyala

menghangati dingin pagi yang dini

menyalakan hasrat purba manusia


setelah itu

kau kembali mengejar tidurmu

dalam dengung mesin kapal yang monoton

meninggalkan ku  terkapar dalam gelap

dengan nafsu yang belum usai


semilir angin resah

seresah hati nan gundah

suami di ruang sebelah


tinggal kapal yang masih merayap

membelah kegelapan sungai

melayari detik-detik waktu 

dengan dengungannya yang tua...


                                                                            *dari judul novel NH Dini.



Rabu, 28 April 2021

DEKAT TAPI JAUH

dekat tapi jauh
bersebar, berkisar
dalam kurungan
ruangwaktu 
dimensi yang sama

dekat tapi jauh
tak tersentuh

jenuh mengeruh
dalam suasana jatuh melayuh

ada jeruji
mengurung hati
mendindingi.

dekat tapi jauh

hanya sekedar tatap dan ucap

cinta hanya cemeti
yang mencambuki 

membilur luka demi luka 
garis segaris
silang menyilang
dalam sunyi tak berbahasa
yang tak pernah terbaca

kau di sana
dekat tapi sekaligus jauh

aku di sini
menanti dan terus menanti

sepi...

Rabu, 21 April 2021

IN THE MOOD FOR LOVE

Dalam gelora cinta

dua manusia leta

Terbata menyembunyikan rasa

 

dalam riuh rendah suasana 

mewarna setiap gejolak asa


Cinta yang bersembunyi

Diantara riak gelak

Yang beredar berkisar


Dalam gelora cinta

Badai  teredam

dalam tingkah dan laku terjaga


Menyimpan segenggam rahasia

Dari mata mata yang nyala menyala

Mulut mulut yang bisa berbisa


segaris tipis perasaan

Hanya mampu terwakili

pada tatap sekilas dan senyum seulas

Ketika bersisian

Ketika berkilasan


walau sekejap


Rahasia buruk terpuruk.


Diantara riuh tetangga

Dua manusia leta

Hanya sekedar mencari masa

Untuk melepas rindu yang kian panas membara



                          Terinspirasi dari film In the Mood for Love karya sutradara Wong Kar-wai








Jumat, 16 April 2021

ORANG BERDUA*

kita 
orang berdua
berdiri bersisian
menatap senyap malam
pada purnama
yang menebar cahaya
pada siluet pegunungan
dan  awan-awan
pada laut yang mengalun pelan
pada kapal-kapal yang melancar pulang

kita 
orang berdua
berdiri dalam hening
kecuali desir ombak yang mengarus lirih

kepalamu yang kau sandarkan di bahuku
alur nafasmu yang mengalir teratur

kata-kata hilang
bungkam!

hati yang berkata-kata
dengan denyut jantung yang seirama
berdegup menyamakan nada
dalam ritme yang bersenyawa

tubuh yang menghangat dalam pelukan

kita 
orang berdua
masih betah menatap purnama

                                                                               *dari judul puisi Chairil Anwar di Deru Campur Debu

Sabtu, 10 April 2021

MALAM GEMERLAP

 

I

 

bila ada waktumu

tengadahlah sejenak

saksikan malam ini

benderang bermandi caya

 

II

 

lalu, dari mana pula desir kalimat itu dinda?

terbawa, terhanyutkan

seperti kita yang menatap tanpa kerjap?

langit biru gelap

bulan kuning pucat

Aras-Nya nyata!

 

 

III

 

“karunia-Nya hadir sempurna malam ini”

kaukah yang membisikkannya dinda?

angin semilir sejuk

menyinggung rambutmu yang hitam lebat

rimba belantara tandingannya

senyummu jatuh

terkulai jiwaku luruh

o, betapa Tuhanku, Engkaulah yang maha

melahirkan kesempurnaan

 

IV

 

jika aku punya sayap

jangan kau tanya lagi

aku akan terbang

membawamu melayang

ke angkasa bintang gemintang

lalu kududukkan kau

di singgasana langit cemerlang

biar cantik mu nyata dan padan

 

V

 

dan kau hanya tersenyum

sambil berkata

“sudahlah….”

 

VI

 

waktu merambat

sederhana tapi nyata

kita masih bergenggam tangan

menanti dan terus menanti


VII

hingga kembali turun malam gemerlap

untuk kita



Senin, 05 April 2021

SISIFUS

 sisifus

yang mendorongdorong batu karang

melewati terjal tebing

menggulirkannya setinggi gunung

lalu pada puncaknya

 menggelindinglah dia sang batu

kembali di sedot gravitasi

pelukan bumi yang keras.


sisifus

yang kembali dan kembali 

dorongmendorong

melewati siklus demi siklus yang kaku

sepanjang waktu.


terjerat pada kutukan takdir itu-itu saja

pada setiap masa yang berbeda

untuk kembali ke alamat sama

berakhir sama


sisifus mendorongdorong batu

apa dia bahagia?


aku mendorongdorong cinta

apa bahagia?





kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara