di pintu makam itu aku berdiri
senja memerah
mewarnai awan-awan kumulus
angin resah.
tak ada yang menawari jalan
aku tersengat di belantara nisan
orang lalu lalang
melangkahi kuburan
ini harusnya ziarah
ziarah mengetuk pintu-pintu barzah
membawa bekal doa dan pahala yasin
aku terlantar disini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar