Sabtu, 26 Desember 2020

DI SORE BERANGIN

         di sore berangin menampar-nampar

kau tegak lusuh

tak peduli pohon terbantun

debu menyesak udara

 

satu kata

hanya satu kata tereja

dari gerak bibirmu

untukku

yang menatap dari jendela

 

lalu kau balikkan punggung

yang penuh nganga luka

bekas cerita hampa

bilur cemeti membekas keras

 

aku gagap

hati pengap

 

di sore berangin menampar-nampar

kau hilang tanpa jejak

tanpa kusut di tirai jendela

 

 

29 januari 2005

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara