Senin, 19 Agustus 2024

ANGIN PEMBAWA HUJAN

Angin pembawa hujan
Meniupkan hawa dingin
Pohonan, ranting dahan
Bergerak liar meliar
Dalam sapuan udara berkisar-kisar

Derak gemeretak
Guntur di kejauhan
Serak laksana 
geram raksasa mitologi
Menahan amarah 
yang hendak meledak

Hati menunggu
Di tengah diam dan hening
Kecuali ditingkahi
Desah resah rerantingan
Percabangan fraktal yang kekal

Angin pembawa hujan
Mengalir mengisi
Ruang kosong
Yang tak pernah
Bisa diisi.

Angin pembawa hujan
Membawa hujan
Membasuh segala kering
Debu-debu yang menyesak
Menyiram segala yang ada
Menjadikannya basah dan lecah.

Hujan tiba
Sang angin usai
Tugasnya pun tunai.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara